Arsip

Archive for the ‘INTERNASIONAL’ Category

Working People’s Association Solidarity Message for Malaysian People Struggle to Demand the Abolition of ISA (Internal Security Act) Pernyataan Solidaritas Perhimpunan Rakyat Pekerja untuk Perjuangan Rakyat Malaysia Menuntut Penghapusan ISA (Internal Security Act)

No.: 108/PS/KP-PRP/ e/VIII/09

supposing a flower

we are a flower that you don’t want to grow
you rather build

houses and grab lands

supposing a flower

we are a flower that you don’t want to exist
you rather build
highways and fences

supposing a flower
we are a flower that shed in our own earth

if we are flower
you are wall
but in those wall we spread seeds
that one day will arise together

with a conviction: you must destroy!
in our conviction
everywhere – tyranny must fall down!

(Wiji Thukul, Flower and Wall, 1988-1989)

On August 1st, 40,000-strong people march in Kuala Lumpur and the thousands who did not make it because of police roadblocks gave a very clear and precise message to Malaysia’s Prime Minister Datuk Seri Najib Razak: repeal the draconian Internal Security Act (ISA). The pro-ISA gathering fizzled out or was drowned by the immense anti-ISA gathering led by the Abolish ISA Movement (a coalition of 83 organisation) .This has been the biggest ever gathering organised against the ISA since the draconian law was enacted 49 years ago. The police used chemical-laced tear gas on the peaceful and well organised crowd. More than 400 people were arrested, including scores of PSM supporters. The gathering, spearheaded by the Parti Islam Se-Malaysia (PAS, Islamic Party of Malaysia) and other opposition parties, was the biggest opposition rally since the 2008 general election. The PSM and JERIT played prominent roles with the other parties in organising this huge gathering. It was a victory for the democratic movement and a blow to the government and the pro-ISA group. The detainees at the anti-ISA rally in Kuala Lumpur are detained at Markas Pasukan Gerakan Am Cheras and a small group detained in Bukit Jalil Police Station. From 2.30pm onwards, the police have been shooting tear gas and spraying chemical-laced water cannons towards the 10,000-strong crowd near Sogo shopping complex in Jalan Tuanku Abdul Rahman to force them to disperse. Another 2,000-strong crowd that marched from Masjid Negara to Pasar Seni was surrounded by FRU and police at Dataran Merdeka. Tear gas and chemical-laced water cannons were also used during aggressive attempts at dispersing the crowd. 49 years ago in August 1st 1960, Internal Security Act was legalized by the Malaysian Parliament. That was dominated by UMNO (United Malays National Organization) , MCA (Malaysian Chinese Association) and MIC (Malaysian Indian Congress). Since then this law has been used to suppress the democratic movement and freedom of expression.

Working People Association, calls and demand the following:

  1. Fully supports the struggle of Malaysia people to abolish ISA for a true democracy
  2. Urging Malaysian government to release all the pro democracy activists immediately and unconditionally
  3. Stop harassing the protestors from exercising their rights to assembly and stop this assult on their freedom of expression

Read more…

Kalahkan kudeta militer reaksioner di Honduras – Mobilisasi Massa di jalanan dan adakan pemogokan umum!(diambil dari www.marxist.com)

oleh : Jorge Martin

Kudeta yang baru terjadi di Hoduras sekali lagi memperjelas fakta bahwa bahkan reformasi ringan dalam sistem kapitalisme tak dapat ditoleransi oleh kaum oligarki lokal di Amerika Latin dan para majikan imperialisnya. Namun Venezuela mengajarkan kalau massa dimobilisasi, reaksi dapat dihentikan. Kinilah saatnya untuk memobilisasi kekuatan penuh kaum buruh dan kaum miskin Honduras.

Pagi-pagi sekali di hari Minggu, 28 Juni lalu, sekelompok tentara beranggotakan 200 orang mengepung kediaman presiden Honduras Manuel Zelaya, dan setelah baku tembak selama 20 menit dengan 10 pengawal pribadinya, dia ditangkap. Dia kemudian dipindahkan ke negara tetangga, Kosta Rika, dengan menggunakan pesawat. Di sana Zelaya memberikan jumpa pers mengutuk terjadinya kudeta yang dilancarkan oleh “oligarki sayap-kanan”, menyerukan pada massa rakyat untuk menggalang mobilisasi di jalan-jalan dan berjanji untuk kembali ke negaranya.

Penyebab langsung dari kudeta reaksioner militer ini adalah konflik yang memuncak dengan adanya rencana Zelaya untuk mengadakan referendum mengenai pembentukan Dewan Konstituante. Rencana ini ditentang keras oleh sayap kanan yang mendominasi Kongres, para pucuk komando Angkatan bersenjata, dan kalangan atas lembaga peradilan negara itu.

Read more…

Categories: INTERNASIONAL

Wawancara dengan aktivis sosialis Iran: “Kecurangan Pemilu” dan Gerakan di Iran Hari Ini (Diambil dari www.marxist.com)

2009/07/16 prpmakasar 1 comment

oleh : Ted Sprague

Jutaan rakyat Iran turun ke jalan menuntut perubahan rejim di Iran. Gerakan yang semula dipercikkan oleh “kecurangan pemilu” telah berubah menjadi gerakan menuntut hak-hak demokrasi sepenuhnya dan turunnya kediktaturan Republik Islam Iran. Berikut ini adalah wawancara (yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2009) dengan Arash Azizi, seorang aktivis sosialis dari Iran.

Ted Sprague (TS): Dapatkah anda jelaskan ke para pembaca mengenai kecurangan pemilu di Iran dan gerakan yang lahir dari situ?

Arash Azizi (AZ): Politik bekerja dengan cara yang misterius! Bila anda melihat semuanya dari permukaan saja, maka anda harus percaya kalau jutaan rakyat turun ke jalan, berhadapan dengan kekuatan brutal dari rejim yang opresif ini, hanya karena “kecurangan pemilu” di antara kandidat yang tidak memiliki perbedaan di dalam platform mereka! Tetapi bukan ini yang terjadi. Kita tidak bisa menganalisa peristiwa tanpa melihat konteks dan latar belakangnya.

Kenyataannya adalah rakyat berpartisipasi di dalam pemilu ini dan memilih Mousavi bukan karena platform dia atau apapun. Rakyat melihat sebuah perpecahan yang jelas di dalam klik penguasa Republik Islam dan mereka ingin menggunakan perpecahan ini. Mereka ingin memainkan sayap-sayap rejim ini untuk berseteru satu sama lain guna menyingkirkan mereka semua pada akhirnya. Sayap Mousavi mendukung sedikit pelonggaran atmosfir opresi untuk mencegah atau menunda kebangkitan rakyat melawan seluruh rejim ini. Tetapi sayap Khamenei dan Ahmadinejad tidak ingin memberikan kelonggaran ini. Mereka tahu bila mereka memberikan sedikit kebebasan, maka rakyat akan menuntut lebih dan tidak akan berhenti sampai mereka menumbangkan seluruh rejim ini. Inilah mengapa mereka [Ahmadinejad dan Khamenie] mengadakan kudeta, sebuah kudeta “velvet” [kudeta tak berdarah]. Read more…

Categories: INTERNASIONAL

Solusi Sosialis untuk Masalah Israel – Palestina

oleh :Ted Sprague*
palestina1Minggu lalu puluhan ribu tentara Israel memasuki daerah Gaza . Ini dilakukan seminggu setelah membom Gaza dari ‘kejauhan’ dan menyebabkan kematian lebih dari 400 rakyat Palestina, termasuk wanita dan anak-anak. Invasi ini merupakan satu kelanjutan dari kebijakan imperialisme Israel yang disamarkan dengan retorika-retorika “melindungi rakyat Israel dari rasa takut”. Baru saja dua tahun yang lalu pasukan Israel menyerang Lebanon dan membunuhi lebih dari seribu rakyat Lebanon tanpa pandang bulu. Sekarang, giliran rakyat Palestina di daerah Gaza yang akan menjadi korban dari kegilaan imperialisme.

Semua ini terjadi seiring dengan krisis finansial terbesar di dalam sejarah kapitalisme. Krisis ekonomi ini telah menemukan ekspresinya di dalam arena politik dunia, kita bisa saksikan di hampir semua negara terjadi krisis politik yang paling akut. Di Timur Tengah, krisis politik ini diekspresikan dengan sangat brutal dalam bentuk bom-bom yang berjatuhan dan kebijakan imperialisme yang semakin hari semakin menekan rakyat.

Masih segar di ingatan kita bagaimana krisis ekonomi tahun 1930an akhirnya menghasilkan Perang Dunia Kedua yang menelan korban jiwa lebih dari 80 juta jiwa. Tidak ada alasan untuk menyangkal kemungkinan bahwa krisis ekonomi sekarang ini akan menemukan ekspresi akhirnya di dalam sebuah Perang Dunia yang baru. Penyerbuan Israel ke Gaza hanyalah sebuah gambaran sekilas akan apa yang mungkin dapat terjadi di masa depan dalam skala yang jauh lebih besar bila rakyat pekerja seluruh Timur Tengah, dan seluruh dunia, tidak menumbangkan imperialisme kapitalis di negaranya masing-masing dan membawa sosialisme dunia.
Read more…

Categories: INTERNASIONAL