SELAMAT DATANG PEMILU PRESIDEN BORJUIS 2009 (diambil dari buletin SADAR)
Oleh Achmad R. Hamzah*
Pertarungan memperebutkan kursi nomor satu untuk periode 2009-2014 di negeri yang bernama indonesia baru saja dimulai. Dipastikan tiga calon akan bertarung untuk memperebutkan kurang lebih 170 juta suara yang tersebar di seluruh Nusantara. Adalah pasangan JK-Wiranto, SBY-Boediono dan Mega-Prabowo berlomba demi sebuah pasangan kursi. Kursi yang akan membawa mereka untuk menahkodai sekitar 240 juta rakyat yang bernaung di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Janji-janji manis ditebarkan dengan romantisme ibarat orang pacaran. Senjata beserta pelurunya telah mulai diluncurkan. Perang isu tak terelakkan lagi. Meskipun masih berkutat dengan isu-isu konservatif yang tidak menyentuh persoalan mendasar yang dialami oleh rakyat semisal isu Sipil-Militer, Jawa -Luar Jawa, primordialisme suku, agama dan isu-isu basi lainnya. Namun isu ini mampu menyihir dan mengilusi rakyat. Bayangkan saja, beberapa hari yang lalu, ribuan rakyat Sulsel, tak terkecuali bagi mereka yang termasuk rakyat pekerja ikut mendeklarasikan diri untuk mendukung salah satu pasangan calon, hanya karena termakan isu “Sikampotta, Saribattang, Sibola” (jika diartikan kira-kira artinya sekampung, sahabat, dan serumah).
Pada pemilihan presiden kali ini, kemunafikan kaum borjuis memang terlihat jelas. Dengan membawa isu ekonomi kerakyatan, mereka bermaksud memperlihatkan dan mencoba meyakinkan kepada rakyat bahwa keberpihakan mereka ada pada wong cilik seperti buruh, tani, nelayan dan kaum miskin kota. Padahal entah sadar atau tidak sadar sampai kapanpun, kaum borjuis tidak mungkin akan meletakkan keperbihakannya pada kelas rakyat pekerja.
Read more…




Komentar Terakhir