Arsip

Archive for the ‘TEORI’ Category

Kesalahan-kesalahan Utama dalam Memandang Marx dan Marxisme : Kritik terhadap Kritik terhadap Marxisme

2009/08/08 prpmakasar 1 comment

Pendahuluan
Satu ketidakadilan utama yang sering dibuat orang Indonesia terhadap Marx dan pemikiran-pemikirannnya adalah bahwa orang Indonesia amat gemar mengritik Marx tanpa membaca sendiri karya-karya Marx secara langsung.
Ini merupakan ketidakadilan yang luar biasa karena karya-karya Marx menuntut tiga hal untuk dapat dipahami: (1) Penelaahan terhadap literaturnya yang ekstensif, artinya membaca sendiri minimal sebagian besar karya-karyanya; (2) Pemahaman akan situasi kesejarahan yang menjadi latar belakang penulisan karya-karya itu, yang berarti pemahaman akan sejarah revolusi-revolusi Eropa dan sejarah gerakan sosialis itu sendiri; (3) Praktek langsung di lapangan, di mana konsepsi-konsepsi Marx diletakkan pada dimensi kemasyarakatannya seperti yang diinginkannya – pada praksisnya. Tanpa ketiga komponen ini dilakukan secara berimbang, mustahil seseorang akan mampu memahami Marxisme secara utuh.
Hal yang sama berlaku pula bagi pemikir-pemikir Marxis yang menyusul Marx pada masa-masa selanjutnya.
Maka, kita harus heran kalau seseorang mengritik Marx (atau Trotsky, seperti yang termuat dalam Driyarkara Thn. XXIV no. 4) dengan mengandalkan karya Kolakowsky sebagai sumber – bahkan tanpa membaca cukup lengkap karya-karya asli dari penulis yang dikritiknya. Tentu, penulis semacam itu akan memahami Kolakowsky, bukan memahami Marx (atau Trotsky).
Tulisan ini berusaha melihat bagaimana para teoritisi (yang harus sekaligus berarti praktisi) Marxis abad keduapuluh menempatkan Marxisme pada praktek-praktek mereka.

Kesalahan pertama: distorsi terhadap perkembangan pemikiran Karl Marx secara umum

Setiap orang berkembang, baik secara fisik maupun mental. Ini adalah fakta yang empirik kita dapati sehari-hari di sekitar kita. Demikian pula Marx.

Read more…

Categories: TEORI

APAKAH SOSIALISME ITU? (Diambil dari www.redbulletin.wordpress.com)

Dialog dengan seorang pembaca Suara Sosialis

Beberapa waktu yang lalu kami menerima sejumlah pertanyaan dari seorang pembaca (non-sosialis). Pertanyaan itu kami jawab, kemudian proses tanya-jawab itu berlanjut terus. Dialog ini sudah kami edit dan disajikan dalam edisi ini. Tentu saja tidak menyelesaikan perdebatan tentang sosialisme, sebaliknya semua hal ini patut dibicarakan terus. Pendapat para pembaca lainnya juga bisa dimuat.

TANYA-JAWAB RINGKAS (jawaban yang pertama ini tentu saja agak dangkal):

1. Apakah kapitalisme itu?

Kapitalisme adalah sistem di mana alat-alat produksi dikuasai oleh minoritas, kaum buruh dieksploitir, dan proses akumulasi kapital didorong oleh persaingan antara perusahaan-perusahaan. Ada juga kapitalisme negara (seperti Uni Soviet) di mana negara sendiri bertindak seperti perusahaan besar, dan persaingan bisa mengambil bentuk non-pasar seperti persaingan militer (seperti dalam Perang Dingin).
Read more…

Categories: TEORI, UMUM

Jangan Takut Menjadi Teoritik!

oleh : Ken Buda Kusumandaru*

Pada acara Rakor DPP regional Jawa lalu, ada acara penutupan berupa saling memberi kesan yang melibatkan baik peserta maupun panitia. Kebanyakan memberi kesan yang lucu-lucu pada sesama hadirin. Kesan-kesan yang dialamatkan padaku juga sudah biasa aku dengar.

Walau begitu, ada beberapa pernyataan yang bagiku sangat mengganggu—pernyataan yang menyebut aku sebagai “terlalu teoritik”. Memang acara ini diadakan sebagai penutup yang ringan, sehingga tidak ada pembahasan lagi mengenai hasil-hasilnya. Tapi aku merasa perlu untuk memberi komentar khusus pada pernyataan “terlalu teoritik” ini.

Read more…

Categories: TEORI

Revolusi Rusia – Dari Juli Hingga September: Revolusi dan Kontra-Revolusi (Diambil dari www.marxist.com)

2009/06/10 prpmakasar 1 comment

By Terry McPartlan Friday, 07 December 2007

Indonesian translation of Russian Revoluton – From July to September: Revolution and Counter-revolution (August 29, 2007) Pada tanggal 29 Juni, Kerensky, pemimpin Pemerintahan Provisional, mengumumkan kepada angkatan darat dan angkatan laut untuk memulai serangan baru. Kaum Bolshevik telah menjelaskan kepada Konggres Soviet-Soviet, di dalam satu deklarasi yang ditulis oleh Trotsky, pada tanggal 4 Juni, bahwa “serangan tersebut merupakan sebuah petualangan yang mengancam eksistensi tentara”. Seperti yang dijelaskan oleh Trotsky dalam “My Life”, tidak akan ada pidato-pidato yang mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh tentara.
Ketika serangan tersebut mengalami kekalahan yang tidak terelakkan, kaum Bolshevik disalahkan dan diburu dengan kejam. Tetapi pada saat yang sama, kepercayaan massa terhadap Pemerintahan Provisional ini menurun drastis.
Pada tahap ini, kesadaran politik para tentara dan para pekerja di Petrograd sangatlah lebih maju daripada seluruh Rusia, bahkan agak terlalu maju. Lenin dan Trotsky tahu benar tentang hal ini dan mencoba mengembangkan kekuatan dari tendensi-tendensi radikal diantara para pekerja, tentara, dan pelaut, pada saat yang sama mengumandangkan slogan “All power to the Soviets” (Semua Kekuasaan kepada Soviet!) yang akan mengekspresikan proses radikalisasi tersebut.
Pada tanggal 21 Juni, suatu pemogokan berkobar diantara para pekerja ahli di sebuah pabrik raksasa, Putilov. Pemogokan ini timbul dari perjuangan demi kenaikan upah pada saat periode kekurangan bahan makanan dan inflasi. Menghadapi keadaan politik yang ada pada saat itu, sebuah perjuangan ekonomi dalam skala kecil tidak akan berhasil dan pemimpin Bolshevik serta komite-komite pabrik menasehati para pekerja untuk menahan diri. Tetapi dalam beberapa hari, menjadi jelas bahwa ada gejolak massal di seluruh kota. Kemarahan ini ditujukan kepada pemerintah. Seperti yang dilaporkan oleh Serikat Buruh Brigade Lokomotif yang mengatakan kepada pemerintah, “Untuk terakhir kalinya kami beritahukan: kesabaran ada batasnya; kami benar-benar tidak dapat hidup dalam kondisi seperti ini…”
Distrik Vyborg
Pada saat yang sama, beberapa laporan telah sampai ke ibukota mengenai pembubaran seluruh resimen tentara yang tidak patuh. Ada gejolak diantara para tentara yang berada di ibukota. Resimen di distrik Vyborg secara terus-menerus berada dibawah pengaruh kelas pekerja, terutama para pekerja perempuan. Seperti yang dijelaskan oleh Krupskaya, istri Lenin, “Yang pertama kali melaksanakan propaganda Bolshevik kepada para tentara adalah para penjual bibit bunga matahari, kvas (minuman ringan Rusia), dsb. Banyak dari mereka adalah isteri dari para tentara”. Trotsky menggambarkan proses ini seperti “disirami oleh sumber air panas kaum proletar secara terus-menerus.”
Read more…

Categories: TEORI