Kesalahan-kesalahan Utama dalam Memandang Marx dan Marxisme : Kritik terhadap Kritik terhadap Marxisme
Pendahuluan
Satu ketidakadilan utama yang sering dibuat orang Indonesia terhadap Marx dan pemikiran-pemikirannnya adalah bahwa orang Indonesia amat gemar mengritik Marx tanpa membaca sendiri karya-karya Marx secara langsung.
Ini merupakan ketidakadilan yang luar biasa karena karya-karya Marx menuntut tiga hal untuk dapat dipahami: (1) Penelaahan terhadap literaturnya yang ekstensif, artinya membaca sendiri minimal sebagian besar karya-karyanya; (2) Pemahaman akan situasi kesejarahan yang menjadi latar belakang penulisan karya-karya itu, yang berarti pemahaman akan sejarah revolusi-revolusi Eropa dan sejarah gerakan sosialis itu sendiri; (3) Praktek langsung di lapangan, di mana konsepsi-konsepsi Marx diletakkan pada dimensi kemasyarakatannya seperti yang diinginkannya – pada praksisnya. Tanpa ketiga komponen ini dilakukan secara berimbang, mustahil seseorang akan mampu memahami Marxisme secara utuh.
Hal yang sama berlaku pula bagi pemikir-pemikir Marxis yang menyusul Marx pada masa-masa selanjutnya.
Maka, kita harus heran kalau seseorang mengritik Marx (atau Trotsky, seperti yang termuat dalam Driyarkara Thn. XXIV no. 4) dengan mengandalkan karya Kolakowsky sebagai sumber – bahkan tanpa membaca cukup lengkap karya-karya asli dari penulis yang dikritiknya. Tentu, penulis semacam itu akan memahami Kolakowsky, bukan memahami Marx (atau Trotsky).
Tulisan ini berusaha melihat bagaimana para teoritisi (yang harus sekaligus berarti praktisi) Marxis abad keduapuluh menempatkan Marxisme pada praktek-praktek mereka.
Kesalahan pertama: distorsi terhadap perkembangan pemikiran Karl Marx secara umum
Setiap orang berkembang, baik secara fisik maupun mental. Ini adalah fakta yang empirik kita dapati sehari-hari di sekitar kita. Demikian pula Marx.




Komentar Terakhir