Melawan Imaginasi Loyo (3)
Oleh : (Ruth Indiah Rahayu)
Ah, pusing. Membahas imaginasi hanya semacam orang kentut. Ouw, bukankah kentut itu sesuatu yang diproduksi oleh tubuh kita, kawan? Sehingga apabila imaginasi digambarkan semacam kentut, itu berarti kita mengakui bahwa imaginasi merupakan sesuatu yang diproduksi dari dalam diri kita.
Masalahnya kita telah berhasil ditipu oleh konstruksi budaya yang membungkam daya imaginasi buruh/rakyat pekerja. Sudah barang tentu pembungkaman daya imaginasi itu berlangsung dalam mekanisme politik produksi dan ingatan kolektif tentang represi/kekerasan. Pembungkaman imaginasi kaum budak Afro-American terjadi dalam mekanisme penghambaan kepada tuan tanah. Sedangkan repetisi penaklukan melalui alat-alat kekerasan kepada kaum budak merekamkan ingatan kolektif kejamnya perbudakan. Ingatan kolektif buruh tak terlalu jauh dari deru mesin yang setiap saat dapat melumat tubuhnya hingga koyak. Dalam kebungkaman imaginasi, kaum buruh menyimpan ingatan kolektifnya sampai ke dasar sumur tak berbatas. Lalu seperti mesin pula membebek imaginasi yang disebut milik kaum borjuasi. Kita hendak menyerupai diri seperti kaum borjuasi namun karakter kita adalah buruh/kelas pekerja. Oh, sungguh, ibarat tubuh ini mesin-mesin yang kita balut pakaian dari bahan satin. Adapun yang tak sanggup membebek imaginasi kaum borjuasi –karena satu dan lain hal– membenci segala yang bernuansa imaginatif. Menjadi rakyat pekerja yang bijaksana untuk sementara waktu sebelum –pada akhirnya– menjadi pembebek borjuasi yang lebih setia.
Lho, jangan mencibir, saudara. Saya hendak menegaskan bahwa yang kita lawan bukanlah imaginasi borjuasi, tetapi konstruksi berpikir kita terhadap yang selama ini kita pandang sebagai imaginasi (konstruksi borjuasi). Karena imginasi itu mempunyai kekuasaan, maka pungut dan tegakkan imaginasi kita sebagai identitas rakyat pekerja. Dengan identitas itu kita lawan secara berhadap-hadapan atau kucing-kucingan imaginasi penguasa kebudayaan -pemonopoli imaginasi!, Read more…



Komentar Terakhir