1 Komentar

SIKAP GERAKAN RAKYAT PADA PEMILU 2009 (diambil dari buletin SADAR)


Oleh Muhammad Haedir*

Beberapa Sikap Gerakan Rakyat Pada Pemilu 2009

Pemilu untuk memilih calon legislatif 2009 tinggal menghitung hari, sementara gerakan rakyat belum kelihatan melakukan suatu gerakan sebagai sebuah sikap terhadap pemilu 2009, kalaupun ada yang memberikan sikap terhadap pemilu tersebut, gerakannya tidaklah sampai pada masyarakat.

Satu hal yang pasti bahwa sikap gerakan rakyat tersebut masih terpolarisasi, persoalan ini bukanlah hal yang baru, karena sejak demokrasi liberal di Indonesia dikumandangkan persoalan polarisasi gerakan ini sering terjadi.

Diantara beberapa kelompok gerakan rakyat yang menawarkan golput pada pemilu 2009 nanti sementara Ada juga beberapa kelompok gerakan yang masih menaruh harapan pada sistem politik procedural (pemilu 2009) yang akan dilaksanakan kedepan hal ini dibuktikan dengan beberapa kelompok yang mencoba bermain api dengan mengintepensi partai politik yang sudah ada selama ini.

Yang lain adalah gerakan reformisme yang menawarkan pemantauan terhadap pemilu, atau sosialisasi kriteria calon presiden dan calon legislative yang baik.

kondisi ini tentunya melemahkan posisi gerakan rakyat, kita ketahui bahwa kondisi gerakan rakyat selama ini masih seanak jagung.

Berbeda dengan posisi gerakan rakyat menjelang pemilu 2004 kemarin, gerakan rakyat dipersatukan oleh satu isu yaitu isu pencegatan kekuatan militeristik berkusasa kembali pada tampuk kekuasaan Indonesia, hal ini wajar, karena fase 2004 adalah fase yang sangat menentukan bagi keberlangsungan transisi demokrasi di Indonesia yang pernah dipimpin oleh seorang yang sangat militeristik.

Penulis menganggap bahwa perpecahan gerakan rakyat ini, diakibatkan oleh tidak adanya komunikasi antar gerakan rakkyat, selain itu juga persoalan ego orgaisasi yang diakibatkan oleh watak borjuis kecil yang banyak mewarnai gerkan rakyat indonesia

Potensi Kemengan Gerakan Rakyat Pada Pemilu 2009

Ada beberapa hal yang perlu dicatat untuk mengukur potensi kemenangan gerkana rakyat pada pemilu 2009 diantaranya adalah apakah undang-undang politik tersebut memberikan ruang bagi gerakan rakyat untuk dapat ikut dalam kancah politik nasional atau tidak?

Kita dapat menilai hal tersebut dari bebrapa pasal dalam paket undang-undang tersebut yang menghalang-halangi kelompk-kelompok gerakan rakyat untuk berpartisipasi langsung dalam gerakan rakyat salah satu diantaranya adalah syarat-syarat pembentukan partai yang dibolehkan untuk ikut pada pemilu (Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Parati Politik .

Hal mejadi salah satu faktor penghambat karena hanya mereka yang meiliki uanglah yang akan dapat berpartisipasi langsung pada pemilu tersebut , dan yang tidak memberikan ruang bagi gerakan rakyat untuk juga dapat mendirikan partainya sendiri,dikarenakan dana yang akan digunakan untuk membentuk struktur sampai ketingkat desa tidaklah sedikit. Belum lagi

Pada dasarnya undag-undang ini bertentangan dengan undang-undang dasar yang memberikan peluang bagi selurh rakyat indonesia untuk ikut berpartispasi dalam setiap momentum politik yang berlangsung di Indonesia.

Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa gerakan rakyat tidak akan memberikan jawaban apa-apa bagi cita-cita gerakan rakyat selama ini untuk meraih kemenangan pada sebuah proses demokrasi liberal di indonesia.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh kelompok gerkan rakyat indonesia?

Akibat dihalang-halanginya kelompok gerakan pada sebuah proses demokrasi liberal di Indonesia adalah terciptanya sikap apatisme masyarakat terhadap sebuah proses politik, hal ini dapat dinilai pada angka golput pada pemilu 2004 kemarin yang mencapai 40 % angka tersebut diperkirakan akan meningkat pada pemilu 2009 mendatang.

Kita harus tahu bahwa pandangan kebanyakan masyarakat indonesia terhadap politik adalah sebuah partisipasi pada sebuah proses elektoral yang disediakan oleh pemerintah.

Sikap apatisme masyarakat pada pemilu 2009 ini adalah sebuah bumerang bagi gerakan rakyat, karena penurunan partisipasi politik membuat masyarakat akan berujung pada kebencian pada kata politik, hal ini akan menjadi sebuah kesulitan tersendiri bagi gerakan rakyat agar dapat menyadarkan rakyat akan pentingnya politik. Dan kemudian menjelaskan kepada rakyat bahwa politik tidak hanya berbicara pemilu tapi juga partisipasi pada sebuah pengambilan kebijakan negara.

Mengajak golput pada masyarakat adalah sebuah langkah mundur, karena ini sama saja melemahkan kita untuk dapat meningkatkan kesadaran politik rakyat. Sementara ikut pada sebuah proses politik pula adalah tindakan yang salah karena sama saja melegitimasi penindasan yang nantinya akan lahir pasca pemilu.

Disamping golput juga tidaklah memiliki kekuatan membatalkan pemiliu, karena berapapun pemilihnya hasil pemilu harus tetap di sahkan oleh sebuah peraturan hukum yang berlaku dinegeri ini.

Sementara kita juga tidak akan mampu mengajak rakyat untuk golput pada pemilu 2009, karena mereka telah terlanjur menganggap bahwa pemilu adalah sebuah proses yang tidak berguna sama sekali.

Penulis menganggap bahwa satu-satunya yang dapat dilakukan oleh gerakan rakyat untuk pemilu 2009 adalah berkampanya, berkampanye bahwa sikap golput aalah sikap yang tidak memiliki efek apa-apa pada sebuah proses demokrasi liberal, sembari mengkampanyekan bahwa golput baru memiliki arti jika mereka yang golput mampu mengorganisasikan diri.

  • penulis adalah sekretaris kota Komite Kota Makassar Perhimunan Rakyat Pekerja
Iklan

One comment on “SIKAP GERAKAN RAKYAT PADA PEMILU 2009 (diambil dari buletin SADAR)

  1. Golput, sah-sah aja yang penting jangan jadi Gol-gol. Ha…ha…ha..!

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: