Tinggalkan komentar

Partai Klas Pekerja, Sebuah Kebutuhan Mendesak Klas Pekerja Indonesia


Oleh : Muhammad Haedir*

Pengantar

Beberapa tahun ini, pada setiap perayaan May Day, kaum buruh selalu meneriakkan bahwa kaum buruh Indonesia harus berkuasa, dalam setiap yel-yel, seloga-selogan dan orasi-orasi politik selalu di ucapkan bahwa rakyat pekerja harus berkuasa.

Yel-yel dan orasi-orasi tersebut, bukanlah hanya sekedar Yel-Yel atau selogan-selaogan belaka yang diteriakkan pada saat may day atau aksi-aksi buruh. Tapi sudah saatnya kaum buruh memulai untuk berbuat dan membuktikan bahwa yel-yel kita “buruh berkuasa rakyat sejahtera” adalah benar secara praktek.

Kebijakan Menindas, adalah bukti keberihakan pemerintah pada pengusaha

Kita tahu bahwa semua yang duduk di parlemen (DPR) maupun Presiden kita sekarang ini adalah berasal dari partai-partai pengusaha, sehingga sangat wajar jika semua kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya adalah kebijakan yang tentunya untuk mengakomodasi kepentingan pengusaha.

Sebuah kebodohan jika ada sesorang yang ingin menjerumuskan dirinya sendiri pada lubang yang dibuatnya sendiri. Begitu pula dengan partai-partai pengusaha yang sedang berkuasa saat ini, adalah sebuah kebodohan jika mereka akan membuat kebijakan yang akan merugikan mereka sendiri.

Sementara kita tahu bahwa kepentingan pekerja secara umum tidak akan mungkin dipersatukan dengan kepentingan pengusaha, karena watak seorang pengusaha adalah bagiamana mereka dapat menekan pengeluaran untuk menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Dan diantara semua biaya, yang paling mudah untuk ditekan adalah biaya untuk mengupah pekerja. Atau menerakan kebijakan-kebijakan yang banyak menrugikan kaum buruh seperti sistem kerja kontrak dan outsouching bagaimana memperpanjang waktu kerja. Walaupun telah ada peraturan yang melarang membayar upah dibawah standar tapi masih banyak diantara teman-teman kita dipabrik-pabrik yang diupah dibawah standar.

Ada beberapa kebijakan yang dapat dijadikan bukti, bahwa pemerintahan hari ini lebih mengakomodasi kepentingan pengusaha dalam setiap kebijakan-kebijkannya, lihat saja undang-undang Nomor 13 tentang ketenagakerjaan yang melegalkan system kerja kontrak dan Outsourching, adalah sebuah produk undang-undang yang kelihatan sangat menindas bagi klas pekerja dan menguntungkan pengusaha, karena pengusaha tidak perlu keluar uang banyak untuk membayar pesangon jika ingin melakukan PHK. Belum lagi pemerintah Indnesia yang menjual asset Negara dan mencabut subsidi rakyat untuk membayar utang para pengusaha.

Contoh diatas hanyalah salah satu dari dari berbagai kebijakan yang tidak memberikan keuntungan bagi rakyat pekerja untuk mendapatkan kekuasaannya

Untuk itulah mengapa Gerakan Rakyat Pekerja Adalah Gerakan Politik

Selama ini, yang banyak kita teriakkan dipabrik-pabrik adalah persoalan-persoalan yang sifatnya normative atau sebuah tuntutan yang pada dasarnya tidak tepat sasaran, atau dengan kata lain tidak menyerang langsung pada jantung penindasan yang kita alami selama ini.

Perjuangan semacam ini tidak dapat dinafikan dan tinggalkan, mengingat kebutuhan seorang pekerja (buruh) untuk berorganisasi pada awalnya didorong oleh persoalan-persoalan yang timbul akibat hubungan kerja (hubungan industrial) yang timbul dipabrik.

Tapi, sebuah gerakan yang baik adalah sebuah gerakan yang mampu menyatukan antara kerja pengorganisasian yang penting untuk menjaring para pekerja yang belum tergabung di organisasi dengan kerja-kerja propaganda politik ditingkatan serikat untuk agar teman kita dapat mengetahui bahwa massa buruh penting untuk melakukan perlawanan politik, karena pucuk kebijakan ada pada politik, dimana kebijakan-kebijakan yang selama ini berpihak pada kaum pengusaha dan mengebiri hak-hak pekerja untuk mendapatkan pengidupan rakyat ditentukan oleh siapa yang memgang kekuasaan politik seperti institusi DPR dan Presiden.

Artinya, bahwa pekerja haruslah memiliki kesadaran politik untuk melakukan perlawanan-perlawanan secara politik sampai buruh sendiri yang mengontrol dan menguasai jalannya kebijakan yang lahir dari pemerintah. Untuk itulah mengapa Buruh Harus Berkuasa.

Paratai Klas Adalah Jalan Klas Pekerja Menuju Kekuasaan.

Kita tahu bahwa kekuasaan yang ada sekarang di isi atas dasar paket undang-undang politik yang memberikan kewenangan bagi partai-partai pemenang pemilu yang memiliki cukup kuota suara di parlemen untuk mengusulkan calon presiden. Ini berarti bahwa pada dasarnya yang menguasai struktur negara ini adalah partai-partai pengusaha yang sedang bercokol di parlemen. Sehingga kebijakan apapun yang lahir dinegeri ini akan diabdikan untuk kepentingan pengusaha.

Hal ini diakibatkan karena tidak ada kekuatan tandingan dari klas pekerja sebagai klas yang paling merasakan dan langsung bersentuhan dengan kebijakan-kebijakan pengusaha dipabrik-pabrik. Disinilah pentingnya sebauah partai klas pekerja sebagai sebuah partai tandingan bagi partai-partai pengusaha yang ada saat ini.

Lalu apa bedanya partai klas yang dimaksud dengan partai yang selama ini mengatas bamakan buruh?

Partai klas yang dimakud disini adalah partai yang betul-betul di isi dan bahkan di inisiasi oleh mayoritas klas buruh dan klas-klas lain yang sadar klas. Tidak di isi oleh musuh klas pekerja itu sendiri, yaitu pengusaha.

Partai klas pekerjapun secara programatik (fisi dan misi) haruslah berbeda dengan partai-partai pengusaha, partai ini haruslah mengusung nilai-nilai kemenangan klas pekerja dan pendangan-pandangan tentang apa yang harus dilakukan oleh klas pekerja setelah merebut kekuasaan dari tangan partai-partai pengusaha yang ada sekarang.

Selain itu, partai klas pekerja juga bertujuan untuk mengangkat kesadaran klas pekerja bahwa mereka harus berkuasa untuk mendapatkan kesejahteraan seutuhnya. Kita tahu bahwa selama ini, masih banyak dari pekerja yang tidak memiliki kesadaran politik, jangankan kesadaran politik kesadaran berorganisasipun masih sangat rendah.

Fungsi lainnya adalah pembagian tugas antara partai politik klas pekerja yang khusus berbicara tentang bagaimana membangun kesadaran klas di seluruh sektor rakyat dengan serikat-serikat yang khusus berbicara peningkatan kesadaran untuk menuntut hak-hak ekonomi dan juga kesadaran bersatu dalam serikat untuk menuntut hak tersebut. Hal ini didasarkan pada apa yang pernah dikatakan oleh salah seorang Pejuang Revolusioner Rusia yang bernama Lenin kurang lebih lenin mengatakan bahwa “pekerja tidak akan sadar dengan sendirinya tapi kesadaran itu harus dibangun dari dari luar”

Disinilah mengapa harus dipisah antara kerja pengorganisasian ormas (serikat-serikat rakyat) dan kerja politik partai klas. Partai klas berfungsi untuk meningkatkan kesadaran rakyat untuk berkuasa, sementara ormas berfungsi untuk meningkatkan kesadaran rakyat untuk menuntut hak-haknya dari negara.

* Penulis adalah Sekretaris Kota Perhimpunan Rakyat Pekerja dan Voulentir LBH Makassar Div. Buruh dan miskin kota

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: