Tinggalkan komentar

Dukungan Solidaritas atas Perjuangan Pekerja PT. Aneka Boga Marinusa untuk Bekerja Kembali


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap PRP Komite Kota Makassar)

Mecaman Terhadap Tindakan Pimpinan PT. Aneka Boga Marinusa yang Menghalang-Halangi Pekerjanya untuk Berserikat

Partai-Partai yang ada hari ini telah gagal, kini saatnya rakyat pekerja memiliki partainya sendiri, partai yang diisi dan dipimpin oleh rakyat pekerja sendiri, untuk Sosialisme

Salam Sosialisme,

Pekerja PT. Aneka Boga Marinusa merupakan pekerja yang dirumahkan beberapa bulan yang lalu dengan alasan kontrak mereka habis, padahal diantara mereka ada yang telah dikontrak selama enam tahun berturut-turut yang seharusnya menurut peraturan ketenaga kerjaan yang berlaku dinegeri ini tidak lagi berstatus kontrak dan secara otomatis menjadi pekerja tetap.

Karena kasus tersebut, pekerja mengadukan nasib mereka ke GSBN-KASBI untuk diadvokasi dan untuk itu mereka diajak untuk berjuang bersama-sama dalam serikat buruh (GSBN-KASBI). Dan atas kasusnya (GSBN-KASBI) telah menyurat ke Perusahaan tersebut untuk berunding. Tapi ditanggapi dengan melakukan teror kepada pekerja. Pada tanggal 13 oktober kemarin, mereka dipanggil oleh pihak perusahaan dan akan dipekerjakan kembali dengan syarat mereka harus menandatangani surat pengunduran dari organisasi serikat pekerja mereka, dan pekerja peusahaan tersebut menolak.

Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita bahwa kekuatan buruh telah diperhitungkan oleh pengusaha dan penguasa negeri ini dan berusaha untuk mencegah perbesaran organisasi serikat pekerja, khususnya serikat pekerja progerssif. Tindakan ini merupakan tindakan reaksi dari ketakutannya terhadap musuh utama mereka, terhadap menguatnya perlawanan-perlawanan buruh sejak 5 tahun belakangan ini.

Tidak hanya di PT. Aneka Boga Marinusa saja, di beberapa perusahaan di makassar sedang dibangun sebuah serikat buruh yang dibentuk oleh pengusaha, untuk mencegah berkembagnya serikat buruh progressif dimakassar, Sekedar mengingatkan, bahwa gerakan buruh di Indonesia sangat penting untuk mewaspadai gerakan union basting seperti ini.

Tindakan pengusaha seperti ini tidak hanya dilakukan di PT. Aneka Boga Marinusa saja, tapi juga dilakukan juga oleh banyak perusahaan tidak hanya di makassar, tapi juga di seluruh Indonesia.

Sagnat disayangkan, bahwa tindakan pengusaha yang menghalangi-halangi pekerja untuk berserikat tidak mendapatkan perhatian dan bahkan didukung oleh dinas tenaga kerja sebagai perwakilan pemerintah.

Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa pemerintah makassar khususnya dan Pemerintah Indonesia Umumnya lebih menunjukkan keberpihakannya pada pengusaha daripada harus membela dan melindungi rakyatnya sendiri.

Ini wajar, karena yang mengisi struktur negara ini tidak lain adalah para pengusaha yang selama ini bercokol dipartai-partai yang kita pilih dalam dalam setiap pemilu. Merekalah yang membuat aturan (tidak dapat dipungkiri mayoritas anggota DPR dari daerah hingga pusat adalah pengsaha dan antek-antek pengusaha), dan kemudian dijalankan oleh mereka juga (Lembaga Kepresidenan) yang juga di isi oleh mayoritas pengusaha. Tidak ada satupun lembaga atau partai politik di Indonesia yang diisi dan dipimpin sendiri oleh rakyat pekerja, sehingga kebijakan yang lahirpun adalah kebijakan yang beriphak pada pengusaha.

Kita dapat melist satu persatu peraturan-peraturan yang dibuat untuk kepentingan pengusaha dan merugikan rakyat pekerja, misalnya undang-undang nomor 13 tehun 2003 tentang ketenagakerjaan yang melegalkan kerja kontrak dan outsourchng yang menguntungkan pengusaha karena dapat melakukan PHK kapan saja tanpa membayar pesangon, undang-undang Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan yang akan menjual kampus dan sekolah-sekolah kepada pengusaha karena menganggap sekolah merupakan komoditi dagang yang sangat menguntungkan, undang-undang Penanaman Modal yang membolehkan pengusaha untuk menguasai lahan selama 90 tahun, sementara ada banyak orang dinegeri ini tidak memiliki tanah. Undang-undang ketenagalistrikan yang akan dijadikan alat legitimasi untuk menjual PLN kepada Pengusaha, semua peraturan-peraturan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peraturan yang menunjukkan ketidak berpihakan pemerintah dan DPR yang berasal dari partai-partai yang di isi oleh pengusaha kepada rakyat indonesia (baca koran rakyat edisi oktober 2009).

Hal ini terjadi akibat rakyat pekerja indonesia belum berpikir untuk dapat membangun kekuatan sendiri, membangun kekuatan dalam sebuah partai alternatif yang dipimpin dan diisi oleh rakyat pekerja itu sendiri, mereka masih menggantungkan harapan pada pengusaha, orang-orang kaya di partai-partai pengusaha.

Untuk itu tidak ada kata lain selain rakyat pekerja juga harus mampu memimpin negeri ini, mereka harus mendirikan partainya sendiri, partai alternatif yang diisi dan dipimpin oleh rakyat pekerja sendiri, sebagai sebuah alat untuk berkuasa di negara.

Atas uraian diatas kami Perhimpunan Rakyat Pekerja Komite Kota Makasar menyatakan sikap:

  1. Dukungan Solidaritas atas Perjuangan Pekerja PT. Aneka Boga Marinusa untuk Bekerja Kembali.
  2. Kecaman Terhadap Tindakan Pimpinan PT. Aneka Boga Marinusa yang Menghalang-Halangi Pekerjanya untuk Berserikat.
  3. Partai-Partai yang ada hari ini telah gagal, kini saatnya rakyat pekerja memiliki partainya sendiri, partai yang diisi dan dipimpin oleh mereka sendiri untuk Sosialisme.

Makassar, 14 Oktober 2009

Perhimpunan Rakyat Pekerja

Komite Kota Makassar


Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: