Tinggalkan komentar

Pidato Politik Pimpinan Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja


(Disampaikan pada Aksi Nasional Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bertepatan dengan Pelantikan Presiden RI Hasil Pemilu 2009)

Buruh Indonesia ber-Oposisi Terhadap Rezim SBY

Jakarta, 20 Oktober 2009

Kawan-kawan Rakyat Pekerja di seluruh Indonesia,

Pemilu 2009, baik pemilihan anggota legislatif maupun presiden dan wakilnya, telah memenangkan Partai Demokrat (PD) untuk mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik kembali sebagai Presiden RI. Kali ini Rezim SBY telah membentuk Koalisi, baik di dalam legislatif maupun eksekutif, yang telah mendapat sambutan dari PD, PAN, PKS, PPP, dan PKB, dimana kemudian kelima partai politik ini telah menandatangani kontrak politik Koalisi. Jumlah kursi Koalisi di DPR ini sebanyak 380 kursi, dimana dari PD sebanyak 180 kursi. Sedangkan Golkar belum secara resmi menyatakan bergabung ke dalam Koalisi, namun kemenangan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, dalam Munas di Pekanbaru lalu karena adanya intervensi SBY —yang mengincar perolehan suara Golkar sebesar 106 kursi di DPR. Adapun PDI-P, Partai Gerindra, dan Partai Hanura tidak menyatakan oposisi, tetapi juga belum menunjukkan sikap politik yang tegas terhadap rezim SBY. Namun, tanda-tandanya telah jelas, bahwa partai-partai politik yang sikap politiknya “belum jelas “ itu pada dasarnya merapat ke SBY.

Dengan mengantongi suara 65 persen, SBY mendapat legitimasi dukungan publik sangat kuat untuk menguasai DPR, dan terlebih-lebih eksekutif. Teranglah partai-partai politik itu takut untuk kehilangan kesempatan dan fasilitas ekonomi politik jika harus menempatkan diri sebagai oposan rezim.

Besarnya kekuasaan SBY di DPR dan eksekutif mengantarnya bangkit sebagai rezim, dengan tanda-tanda menguatnya sistem presidensial yang dapat dipastikan akan mengendalikan DPR. Tanpa ada partai politik yang berani menyatakan oposisi, tak akan ada yang berani melawan kehendak politik eksekutif untuk memperkuat kekuasaannya, baik di DPR, Eksekutif, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang belakangan ini tampak dipecah-belah dari dalam.

Kawan-kawan Rakyat Pekerja,

Tanda-tanda rezim SBY mengingatkan kita pada Orde Baru, yang demikian cerdik memainkan legitimasi kemenangan dari demokrasi prosedural untuk membangun kekuasaannya yang tak tergoyahkan secara berkelanjutan. Inilah kenyataan Indonesia setelah Pemilu yang di sana-sini digembar-gemborkan demokratis, ternyata berujung pada kebangkitan sebuah rezim. Teranglah, jika partai-partai politik tak ada yang berani beroposisi terhadap rezim SBY, karena semuanya hendak bermain di zona nyaman secara ekonomi-politik. Inilah yang disebut KARTEL PARTAI POLITIK, yakni gabungan partai politik—layaknya perusahaan— yang berkarakter monopoli ekonomi-politik, sebagai daya dukung rezim neoliberal.

Sudah tentu, rezim SBY akan tetap melanjutkan sistem kerja kontrak/outsourcing, PHK massal, relokasi industri, dan pengekangan/ pemberangusan serikat buruh di seluruh Indonesia. Rezim SBY tak segan-segan melakukan represi kepada buruh dan rakyat pekerja lainnya untuk melancarkan agenda pemulihan krisis ekonomi neoliberal di Indonesia.

Kawan-kawan Rakyat Pekerja,

Di dalam negara demokrasi, adanya oposisi diterima sebagai kontrol keseimbangan pengambilan keputusan. Tetapi di Indonesia, oposisi dipandang sebagai melawan rezim yang berkuasa, yang haram dibentuk. Pandangan itu tidak benar! Oposisi diperlukan untuk membangun demokrasi dan mencegah kebangkitan rezim yang otoriter. Karena kami menolak Orde Baru kembali lagi, karena kami menolak rezim yang menghamba pada rezim ekonomi neoliberal, maka gerakan buruh dan rakyat pekerja yang tampil sebagai oposisi di luar DPR dan eksekutif.

Kami beroposisi untuk menghadang rezim SBY menginjak-injak penghidupan buruh dan rakyat pekerja, demi pemulihan krisis ekonomi neoliberal.

Kami beroposisi untuk merebut alat-alat produksi yang seharusnya untuk kepentingan rakyat pekerja tetapi telah diprivatisasi, alat-alat produksi yang ditinggalkan pemiliknya semena-mena untuk kemudian dikelola oleh buruh.

Kami akan terus menerus beroposisi untuk merebut negeri kami dari penghisapan dan penghancuran yang dilakukan oleh imperialisme dan kapitalisme.

Untuk itu, kami Perhimpunan Rakyat Pekerja, mendukung Kawan-kawan dari gerakan buruh untuk menjadi pelopor oposisi melawan rezim SBY.

Kami berseru dan mengajak rakyat pekerja di seluruh Indonesia, yang meliputi para petani, nelayan, kaum urban yang hidup melata di perkotaan, dan kelompok-kelompok politik yang tidak anti-buruh dan rakyat pekerja, yang melawan ekonomi neoliberal, imperialisme, dan kapitalisme, untuk bersatu berada dalam suatu barisan rakyat yang ber-Oposisi terhadap rezim SBY.

Barisan rakyat yang ber-Oposisi tersebut bukanlah politik jalanan yang menunggu sedekah dari dalam Istana. Barisan rakyat oposisi kami, hendak membuktikan bahwa rezim ekonomi neoliberal yang dipertuan rezim SBY dan partai politik, yang berkoalisi terang-terangan maupun masih malu-malu, telah gagal menciptakan tatanan ekonomi-politik dunia yang sejahtera. Sebaliknya, rezim neoliberal telah menghancurkan kehidupan rakyat pekerja, termasuk koeksistensi (kesalingtergantung an) antara sumber daya alam/ekosistem dunia dengan rakyat pekerja. Barisan rakyat oposisi kami, meyakini bahwa tata kelola ekonomi-politik (pemerintahan dan unit-unit produksi) yang mensejahterakan adalah di tangan organisasi sosial rakyat pekerja dan bukan di tangan kartel neoliberal —yang dimonopoli segelintir orang.

Kawan-kawan Rakyat Pekerja di seluruh Indonesia,

Marilah kita dukung gerakan buruh sebagai pelopor barisan rakyat oposisi untuk merebut alat-alat ekonomi politiknya di dalam institusi negara, untuk dikelola secara Sosialis. Hanya jalan Sosialisme yang menawarkan penciptaan kesejahteraan untuk keberlangsungan sumber daya sosial dan alam yang saling menghidupi.

Sosialisme, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja

Sosialisme, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global

Bersatu, Bangun Partai Kelas Pekerja

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja


Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: