Tinggalkan komentar

Krisis Ekonomi semakin menjerat leher rakyat Indonesia!,Solusi krisis tidak menjawab kebutuhan rakyat!


Tulisan ini merupakan pernyataan sikap Komite Pusat PRP

 

Salam rakyat pekerja,

Beberapa hari belakangan ini, media massa di Indonesia memberitakan mengenai tindakan bunuh diri yang dilakukan sebagian rakyat di Indonesia. Sebut saja peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh Lindasari pada tanggal 15 Desember 2009 dengan melompat dari lantai 27 Apartemen Istana Harmoni. Kemudian Yani yang nekat melompat dari lantai 11 Apartemen Gading Viem River City pada tanggal 30 Nopember 2009. Lalu Reno yang melompat dari lantai 5 di sekat sebuah restoran Jepang, serta Ice Juniar yang melompat dari lantai 5 pusat perbelanjaan Grand Indonesia. Sebelumnya bahkan ada Richard Kurniawan yang melompat dari lantai 11 Mangga Dua Square pada tanggal 4 Desember 2009.

Kejadian bunuh diri dengan melompat dari ketinggian bukan hanya terjadi di Jakarta saja, namun juga terjadi di Surabaya. Anita beserta anaknya, Andika Putra, juga melompat dari lantai 4 Darmo Trade Center (DTC) pada tanggal 5 Nopember 2009. Tingginya angka bunuh diri yang dilakukan sebagian rakyat di Indonesia seharusnya menjadi pertanyaan yang serius, mengapa mereka mengambil tindakan nekad untuk mengakhiri hidup mereka.

Pada umumnya tindakan bunuh diri tersebut disebabkan oleh terlilitnya masalah perekonomian yang juga dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Untuk keluar dari permasalahan ekonomi yang menjerat kehidupan mereka kemudian harus diakhiri dengan sangat tragis.

Kesulitan ekonomi yang melanda sebagian besar rakyat Indonesia menunjukkan, bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia masih belum selesai. Krisis ekonomi yang dihasilkan oleh keserakahan para pemilik modal akhirnya harus mengorbankan hidup rakyat. Cara untuk keluar dari krisis ekonomi yang melanda keluarga mereka pun juga dijalani dengan berbagai cara. Seperti halnya nenek Minah yang harus mencuri 3 buah kakao dari PT Rumpun Sari Antan dan kemudian mengantarkannya ke meja hijau. Begitu juga dengan Basar Suyanto dan Kholil yang harus berhadapan dengan hakim di pengadilan karena mencuri semangka. Sebelumnya bahkan Steven Charles harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena mencuri coklat Kit Kat dari Supermarket Pasaraya.

Tindakan-tindakan tersebut tentunya dilakukan tidak lebih hanya untuk bertahan hidup atau bahkan keluar dari jeratan permasalahan hidup akibat krisis ekonomi. Dampak krisis ekonomi masih sangat dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia dan jelas pemerintahan kapitalis tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Solusi yang diambil oleh pemerintahan kapitalis dalam menyelesaikan krisis ekonomi pun akhirnya tidak menjawab kebutuhan-kebutuhan rakyat. Bahkan solusi yang diambil hanya untuk menyelematkan para pemilik modal dan memperbesar keuntungan para pemilik modal serta aparat penyelenggara Negara yang tunduk kepada kapitalis.

Agenda neoliberal yang telah terbukti gagal dalam mensejahterakan rakyat dan hanya menyengsarakan kehidupan rakyat, kembali dipertegas dalam program kerja pemerintahan kapitalis yang direkomendasikan dalam pertemuan National Summit. National Summit sendiri sebenarnya hanyalah penjabaran politik pembangunan jangka menengah dan jangka panjang rejim Neoliberal yang terhitung sejak krisis ekonomi global 1997 agar dapat merestruktur Indonesia sebagai lahan reproduksi kapital. Program pemerintahan kapitalis selama ini dan yang akan datang sudah dipastikan hanya akan menjadi ajang peraupan keuntungan ekonomi politik untuk kesejahteraan pemilik modal dan partai politik borjuasi.

Sudah juga dapat diprediksi bahwa kehidupan rakyat di Indonesia akan semakin terjepit dan terlilit dengan permasalahan perekonomian karena pencaplokan tanah, penggusuran, upah yang murah, sistem kerja kontrak-outsourcing , tingginya biaya pelayanan publik seperti listrik, air, pendidikan dan ksehatan akan tetap berjalan dalam pemerintahan kapitalis ini. Seluruh tindakan pemerintahan kapitalis ini akan semakin menjerat leher rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Solusi krisis ekonomi yang dihasilkan oleh pemerintahan kapitalis hanya akan menyelamatkan dan memberikan keuntungan bagi para pemilik modal. Bangun segera Gerakan Oposisi Rakyat di tingkat nasional dan seluruh daerah di Indonesia agar dapat menghadang agenda Neoliberalisme yang telah terbukti menyengsarakan rakyat. Kapitalisme- Neoliberalisme terbukti telah gagal dalam mensejahterakan rakyat Indonesia, dan hanya dengan sistem SOSIALISME lah maka rakyat akan keluar dari krisis ekonomi dan sejahtera.

 

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: