Tinggalkan komentar

Mengecam keras tindakan intimidasi, represi, dan penangkapan anggota FOR Indonesia! Bangun Persatuan Gerakan Rakyat anti Neoliberalisme!


(tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap Komite Pusat PRP)

Salam rakyat pekerja,

Aksi Front Oposisi Rakyat Indonesia, atau yang dikenal sebagai FOR Indonesia, pada tanggal 28 Januari 2010 dengan mengangkat tema “GANTI REZIM, GANTI SISTEM” telah dilaksanakan. FOR Indonesia pada momentum Lima Tahun Seratus Hari pemerintahan kapitalis menyatakan secara serentak di beberapa kota di indonesia, bahwa Rezim Neoliberal telah gagal dan membutuhkan alternatif dari sistem yang menindas itu. Namun aksi-aksi yang dilakukan oleh FOR Indonesia di beberapa kota, termasuk di Jakarta, terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian. Hal ini dapat terjadi karena dari sejak awal, dua hari sebelum dilaksanakannya aksi tersebut, aparat kepolisian telah melakukan provokasi dan intimidasi terhadap FOR Indonesia.

Di Jakarta, bahkan terjadi upaya pembubaran terhadap massa aksi dari FOR Indonesia, sehingga terjadi pemukulan dan penangkapan. Dua orang anggota FOR Indonesia dari elemen Komite Persiapan Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (KP-PPBI) dan Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda (KPOP) ditangkap dan sempat ditahan beberapa jam di Polda Metro Jaya.

Pemukulan dan penangkapan terhadap dua orang anggota FOR Indonesia sebenarnya hanya merupakan salah satu bentuk intimidasi dan represi dari Rezim Neoliberal. Sebelumnya, bahkan beberapa anggota FOR Indonesia dari Bandung telah di-sweeping oleh pihak kepolisian untuk mencegah mereka sampai ke Jakarta. Demikian juga yang tergadi di Tangerang, dimana Kepolisian mengintimidasi perusahaan-perusahaan bus agar tidak mengangkut massa FOR Indonesia ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya. Jika kita berjalan-jalan di Jakarta, maka sepanjang jalanan Jakarta telah dipenuhi berbagai macam spanduk baik dari kepolisian maupun organisasi massa tertentu yang muatannya sangat intimidatif.

Hal tersebut dilakukan tentunya agar perlawanan atau aksi pada tanggal 28 Januari dapat digagalkan. Namun aksi pun tetap dilakukan oleh FOR Indonesia walaupun seringkali diterpa tindakan-tindakan intimidasi dan represif dari aparat kepolisian. Perlawanan terus digelorakan oleh FOR Indonesia agar rezim SBY yang korup dapat digantikan dan sistem Neoliberalisme dapat dihancurkan.

Pemukulan dan penangkapan dua orang anggota FOR Indonesia telah merupakan hasil provokasi dari aparat kepolisian yang melarang dan mengganggu jalannya aksi tersebut. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa kepolisian sampai saat ini berperan sebagai penjaga keberlangsungan rezim Neoliberal di Indonesia. Pihak kepolisian telah berkolaborasi dengan apik dengan penguasa dan pemilik modal yang sudah terbukti telah menyengsarakan rakyatnya.

Kepolisian seharusnya berperan sebagai lembaga yang mengayomi dan melindungi rakyatnya. Kepolisian seharusnya berpihak kepada gerakan rakyat yang melawan penindasan akibat sistem Neoliberalisme. Hal ini dikarenakan kepolisian juga merupakan korban dari sistem penindasan yang dilakukan oleh Neoliberalisme. Keluarga anggota kepolisian tentunya memiliki permasalahan yang sama dengan rakyat lainnya. Sistem kerja kontrak-outsourcing tentunya juga dialami oleh keluarga anggota kepolisian, tingginya biaya pendidikan dan kesehatan juga sebenarnya menjadi permasalahan keluarga aparat kepolisian, dan yang lainnya.

Perlawanan yang dilakukan oleh FOR Indonesia tentunya tidak akan berhenti hanya pada tanggal 28 Januari 2010. Perlawanan yang dilakukan oleh FOR Indonesia berkaitan dengan momentum Lima Tahun Seratus Hari rezim Neoliberal menjadi awalan persatuan gerakan rakyat untuk melawan Neoliberalisme. Selama pemerintahan yang berkuasa masih saja menganut atau menjunjung tinggi Neoliberalisme, maka rakyat Indonesia tidak akan pernah sejahtera. Hanya dengan SOSIALISME rakyat Indonesia akan sejahtera.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

Mengecam keras tindakan intimidasi, represi, dan penangkapan terhadap anggota FOR Indonesia di seluruh Indonesia

Menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap dua anggota FOR Indonesi yang ditangkap pada saat aksi hari ini ke Istana Negara.

Bangun Persatuan Gerakan Rakyat melawan Neoliberalisme yang telah menindas dan menyengsarakan rakyat.

Jakarta, 28 Januari 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: