Tinggalkan komentar

Politik pencitraan Rezim Neoliberal hanya akan menyengsarakan rakyat!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap Komite Pusat PRP)

Salam rakyat pekerja,

Rezim Neoliberal SBY semakin menunjukkan watak aslinya yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari penderitaan rakyat Indonesia. Lihat saja tindakan dan rencana Rezim Neoliberal SBY yang semakin tidak mempedulikan nasib rakyat Indonesia. Pembelian mobil mewah untuk para menteri dan Pimpinan DPR seharga Rp 1,3 miliar agar memberikan kenyamanan kepada para pejabat, telah mencederai perasaan rakyat yang masih dirudung kemiskinan. Lalu dilanjutkan dengan pembangunan pagar istana seharga Rp 22,5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Rezim Neoliberal semakin melukai dan tidak mempedulikan nasib rakyat.

Lalu ada rencana untuk pembelian pesawat kepresidenan seharga Rp 200 miliar. Alasannya adalah hanya Indonesia yang tidak memiliki pesawat kepresidenan saat ini. Hal ini pun juga dipraktikkan oleh para menterinya. Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana untuk membeli kapal pengawas mewah dari Perancis seharga Rp 14,4 miliar.

Pengadaan komputer bagi anggota DPR seharga Rp 16 juta per unitnya juga dianggap berlebihan. Untuk memenuhi pengadaan komputer canggih sebanyak 687 unit tersebut mengeluarkan dana sebesar Rp 11,03 Miliar. Padahal komputer yang dimiliki oleh anggota DPR sebelumnya masih dapat dipergunakan dan masih masih memenuhi kriteria untuk mengerjakan tugas-tugas DPR.

Hal ini kemudian ditambah dengan rencana kenaikan gaji bagi Presiden dan pejabat tinggi Negara sebesar 10%-20%. DPR telah menyetujui menyetujui anggarannya sebesar Rp 158 triliun, yang sebelumnya sebesar Rp 132 triliun. Padahal gaji presiden beserta pejabat tinggi Negara saat ini sudah sedemikian tinggi. Sebagai contoh; Penghasilan presiden (gaji pokok dan tunjangan jabatan) saat ini saja sudah sebesar Rp 62.740.000. Penghasilan wakil presiden (gaji pokok dan tunjangan jabatan) sebesar Rp 42.160.000. Penghasilan ketua DPR sebesar Rp 30.908.000,-. Penghasilan anggota DPR sebesar Rp 27.760.000,-. Penghasilan menteri sebesar Rp 18.648.000,-. Namun penghasilan ini belum ditambah dengan berbagai macam fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi penguasa yang besarnya hingga Rp 150 juta.

Jelas segala hal pembelian dan kenaikan gaji tersebut untuk menaikan citra Rezim Neoliberal SBY dan memberikan kenyamanan pada penguasa tersebut, dananya diambil dari uang yang dikumpulkan dari keringat rakyat. Sementara penanggulanan bencana seperti banjir, gempa bumi dan yang lainnya masih saja terkatung-katung hingga saat ini. Bahkan beberapa korban bencana alam masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan masih belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

Angka bayi yang mengalami gizi buruk pun meningkat dengan tajam. Hal ini dikarenakan orang tua dari bayi tersebut tidak mampu memberikan makanan dan nutrisi yang cukup bagi sang bayi. Jelas hal ini disebabkan karena bagi orang tua si bayi harga sembako untuk mencukupi gizi sang bayi terlalu tinggi biayanya.

Sepertinya Rezim Neoliberal SBY tidak pernah mempedulikan nasib rakyat Indonesia yang sampai saat ini masih dirudung kemiskinan. Dana pembelian untuk menaikkan citra Rezim Neoliberal SBY tersebut seharusnya dapat dipergunakan untuk memberikan pelayanan yang baik bagi rakyat Indonesia. Namun bukan itu yang dilakukan oleh Rezim Neoliberal SBY. Rezim ini lebih mementingkan untuk memberikan kenyamanan kepada para antek-anteknya.

Inilah politik pencitraan yang dibangun oleh Rezim Neoliberal SBY. Rezim ini menghendaki agar citra Indonesia di dunia internasional terlihat sangat makmur dengan pembelian segala macam barang-barang mewah dan kenaikan penghasilan yang tinggi. Hal ini sekali lagi menunjukkan, bahwa Rezim Neoliberal SBY tidak pernah mempedulikan nasib rakyatnya dan hanya mementingkan kepentingan penguasa serta antek-antek Neoliberal lainnya.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

  1. Menolak seluruh kebijakan Rezim Neoliberal SBY yang berupa pembelian barang-barang mewah dan rencana kenaikan gaji bagi pejabat Negara.
  2. Rezim SBY yang korup dan tunduk kepada Neoliberalisme telah gagal untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.
  3. Bangun persatuan gerakan rakyat untuk melawan Neoliberalisme dengan bergabung ke Front Persatuan Rakyat Indonesia (FOR Indonesia).

Jakarta, 29 Januari 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: