Tinggalkan komentar

Tambang, Otonomi Daerah dan Pembangunan Infrastruktur di Sulwesi


Oleh : Muhammad Haedir*

Pengantar

Tidak terduga, ternyata disulawesi-selatan sangat kaya dengan bahan tambang dari golongan c hingga golongan A. kemungkinan inilah yang mendorong pembangunan infrastruktur di Sulawesi sealtan, tidak hanya di Makassar, bahkan dibeberapa daerah diseluruh pulau Sulawesipun kini sedang memperbaiki infrastrukturnya.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, bahkan otonomi daerah (Pemekaran Daerah) yang selama ini dibangga-banggakan oleh borjuis daerah ternyata merupakan sebuah pertarungan memperebutkan ptensi-potensi kekayaan alam tersebut. Misalnya saja di Sulawesi barat yang dulu merupakan daerah yang tergabung dalam Sulawesi selatan kemudian memcah diri (mekar) ternyata kaya akan bahan tambang.

Sebentar lagi luwu yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh masyarakat Sulawesi selatan adalah tampat yang selama ini dieksploitasi oleh INCO, dan juga terdapat potensi tambang emas di Daerah pegunungan bastem.

Wacana pemekaran sebenarnya merupakan wacana yang akan mengntungkan borjuis daerah, dengan kata lain ini adalah sebuah bentuk pertarungan memperebutkan siapa yang akan menjemput modal yang sebentar lagi akan mengelola semua kekayaan alam tersebut.

Di kabupaten ini, juga sedang digalakkan pebangunan infrastruktur yang nantinya akan menunjang peredaran barang-barang hasil peroduksi tambang.

Persoalan lain adalah kapitalisme internasional juga sedang berkepentingan pada pmbangunan infrastruktur tersebut, semua juga tahu bahwa ekonomi internasional saat ini sedang mengalami krisis.

a. Krisis dan Pembangunan Infrastuktur

Sedikit penulis ingin menjelaskan tentang krisis yang terjadi di pusat kapitalisme, krisis ini pada dasarnya diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat dinegara amerika dan eropa, penurunan daya beli tersebut diakibatkan oleh pemotongan tunjangan sosial yang mengakibatkan warga amerika mengurangi belanja, hingga tingkat parah yaitu ketidak mampuan mereka untuk membayar kredit, yang kita tahu bahwa hampir semua transaksi di amerika dilakukan dengan cara kredit.

Salah satu perusahaan yang pertama kali bangkrut adalah AIG (perusahaan kredit asal amerika yang selama ini mensponsori salah satu klub bola di Inggris). Dan sektor pertama yang dihantam badai krisis ini adalah kredit perumahan, mengambil kembali rumah yang telah dikredit adalah hal yang mustahil dilakukan karena lebih dari separuh warga amerika memiliki rumah dengan cara kredit. Jika rumah mereka aiambil alih oleh perusahan kredit maka akan terjadi ketidak seimbangan social, bayangkan jika setengah dari warga amerika tidak memiliki rumah.

Dari kondisi krisis ini kemudian ditemukan satu solusi, yaitu bagaimana meningkatkan konsumsi rakyat pekerja dan belanja pemerintah di Negara-negara dunia ketiga, dikucurkanlah utang sebagai syarat untuk meningkatkan konsumsi tersebut (ingat ini adalah utang yang suatu saat akan dikembalikan).

Untuk meningkatkan belanja pemerintah, kemudian dikucurkanlah utang untuk membangun infrastruktur, dan untuk meningkatkan belanja masyarakat, maka dikucurkanlah utang yang di Indonesia berbentuk Bantuan Langsung Tunai dan PNPM. (ingat kebanyakan anggaran untuk membangun infrastruktur berasal dari utang, utang selama pemerintahan SBY-JK meningkat hingga 40 persen lebih, ditengah pembangunan infrastruktur dan Bantuan Sosial seperti Bantuan Langsung Tunai).

Dengan memberikan utang pemerintah Indonesia akan membelanjakan utang tersebut dengan membeli produk-produk luar, pembangunan jalan misalnya, pembangunan jalan tentunya sangat membutuhkan aspal, dan bahan aspal yang telah diolah sudah pasti dibeli dari luar negeri. Bahkan tidak dapat dipungkiri bahwa apa yang dikatakan dengan produk Indonesia asli tidak berdiri sendiri pasti membutuhkan bahan baku, batik misalnya, batik bahan utamanya adalah cat dan kain, dan kita tahu bahwa perusahaan cat dan tekstil di Indonesia banyak yang berasal dari luar negeri (MNC/TNC)

Artinya, Indonesia nantinya akan membayar utang kepada badan-badan rentenir internasional (IMF, Bank Dunia dan lain-lain), dan uang yang rakyat dapatkan dari BLT dan PNPM (sekali lagi BLT dan PNPM ini juga Utang) akan kembali juga kemereka dalam bentuk konsumsi, utang untuk belanja pemerintah, juga akan kemabali kemereka dalam bentuk belanja (konsumsi) bahan-bahan baku untuk pembangunan infrastruktur, artinya kapitalisme internasional akan mendapatkan untung yang berlipat-lipat, keuntungan dari belanja (konsumsi) pemerintah dan pembayaran utang.

Pembangunan infrastruktur tersebut, tidak akan digunakan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia, karena yang berkepentingan terhadap pemangunan infrastruktur tersebut adalah yang memiliki kekuatan produksi yaitu pengusaha, karena masyarakat Indonesia tidak akan didorong untuk berproduksi melainkan konsumsi.

Yang pasti pembangunan infrastruktur tersebut merupakan jaminan bagi para kapitalis untuk mobilitas barang-barang hasil produksi mereka, hal ini sangat terkait dengan system transportasi barang-barang hasil produksi tambang kapitalis. Untuk itu pula mengapa yang banyak mendapatkan proyek pembangunan adalah daerah-daerah yang memiliki potensi tambang yang banyak.

b. Otonomi Daerah dan Perebutan Lahan Tambang.

Otonomi daerah yang diharapkan untuk memeratakan pembangunan dan kesejahteraan antara pusat dan daerah ternyata hanya melahirkan raja-raja daerah, sementara kesejahteraan rakyat semakin tergerus ditengah krisis dan daya konsumsi yang semakin meningkat.

Otonomi daerah selama ini  tidak lebih dari sebuah bentuk pertarungan perebutan lahan-lahan produksi yang dianggap penting. Selain perebutan pembangunan proyek-proyek pembangunan Infrastruktur daerah.

Salah satu efek dari otonomi daerah ini adalah mekarnya beberapa daerah menjadi daerah yang berdiri sendiri, dan jika kita amati di sulawesi misalnya kebanyakan daerah-daerah yang akan atau yang telah dimekarkan merupakan daerah yang kaya akan tambang, kabupaten luwu misalnya yang segera akan berdiri sendiri sebagai propinsi merupakan daerah yang kaya akan tambang nikel yang sekarang dikelola oleh INCO, tambang emas di bastem kab. Luwu, tamang minyak dsb. Selian merupakan bentuk kemudahan bagi kapitalis untuk berinfestasi karena tidak lagi melalui banyak pintu.

Artinya, kepentingan para borjuis ini tidak lain untuk  semakin memperkaya diri mereka sendiri dengan potensi kekayaan alam sulawesi –selatan yang sangat tinggi. Tidak hanya persoalan tambang, pembangunan proyek-proyek infrastruktur juga merupakan hal yang menjadi dorongan mereka.

Rakyat Pekerja akhirnya hanya menjadi objek dari semua kebijakan tersebut, rakyat kita terpaksa harus mengorbankan lahan mereka untuk kepentingan pembangunan infrastruktur. Kemudian pembangunan tambang akan meninggalkan kersuakan lingkungan yang parah, kita tentunya tidak akan mengulang kasus yang sama akan apa yang telah terjadi di papua, minahasa, luwu dll.

Tidak hanya itu, rakyat kita akan menjadi budak dinegeri ini, kita akan menjadi objek pekerja yang diperas dan diperlakukan dengan tidak manusiawi, apalagi undag-undang ketenagakerjaan kita yang tidak berpihak pada buruh.

c. Hanya Sosialisme, Jalan Sejati Pembebasan Rakayat Pekerja dan Partai Klas Pekerja cara mencapainya.

Apa yang terjadi diatas diakibatkan oleh ketidak mampuan rakyat pekerja membangun kekuatan sendiri untuk memabangun partai sendiri. Kita tahu bahwa selama ini yang mampu membangun partai adalah pengusaha, merekalah yang selama ini memiliki kemampuan itu, karena syarat yang ditentukan dalam undag-undang yang mengebiri partai-partai alternatif untuk berdiri.

Hasilnya adalah negara yang dikuasai oleh mayoritas pengusaha, sehingga kebijakan-kebijakan merekapun diabdikan untuk pengusaha. Tidak mungkin mereka membuat suatu aturan yang merugikan mereka sendiri, hampir semua kebijakan negara adalah kebijakan yang berpihak pada pengusaha mulai undang-undang penanaman modal yang membolehkan penguasaan tanah selama 90 tahun, undang-undang ketenagakerjaan yang melegalkan sistem kerja kontrak dan outsourching, Undang-Undang Badang Hukum Pendidikan yang melejitkan biaya pendidikan. dll

Rakyat pekerja Indonesia umumnya dan Sul-Sel khususnya harus bersatu dan membangun partainya sendiri, tidak lagi menggantungkan nasib mereka pada sesorang, agamapun mengajarkan kita bahwa suatu kaum tidak akan berubah jika dia tidak merubah nasibnya sendiri.

Terkadang banyak kelompok yang anti politik dan tidak mau tergabung dengan partai-partai yang ada untuk menjaga independensi, tapi menurut penulis, makna independesi bukan berarti tidak berpihak, bukan berbarti netral. Juga karena mereka menganggap bahwa politik adalah dunia yang kotor, itu karena mereka melihat tingkah partai-partai pengusaha selama ini. Pandangan untuk tidak bergabung dipartai-partai politik yang ada hari ini karena partai tersebut merupakan partai borjuis merupakan pendapat yang benar, tapi jika pendapatnya untuk menjaga indepensi adalah sebuah pandangan yang keliru.

Tentunya partai yang kita rencanakan ini bukalah seperti partai borjuis yang di isi oleh borjuis, tapi partai yang kader-kadernya di isi dan dipimpin oleh rakyat pekerja (bedakan antara rakyat pekerja dengan pekerja yang terdapat dalam undang-undang ketenagakerjaan, pekerja yang penulis maksudkan adalah mereka yang tidak dapat bertahan hidup jika mereka tidak bekerja misalnya : petani yang tidak mampu hidup jika mereka tidak bertani, atau buruh yang tidak mampu bertahan hidup jika mereka tidak bekerja di pabrik).

Tujuannya adalah agar rakyat pekerja yang selama ini hanya menjadi objek dari semua kebijakan pengusah yang duduk dipemerintahan selama ini menjadi pewaris utuh dari negara ini, maksudnya adalah rakyat pekerja harus berkuasa dinegara agar mampu menentukan arah kebijakan yang berpihak kepada mereka.

Kekuasaan rakyat pekerja atas negara inilah yang disebut dengan SOSIALISME.

* Penulis adalah Sekertaris Kota Perhimpunan Rakyat Pekerja Komite Kota Makassar

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: