Tinggalkan komentar

Rezim Neoliberal harus bertanggungjawab atas peristiwa “Tanjung Priok berdarah”!


Satpol PP hanya menjadi “anjing penjaga”kepentingan pemilik modal!

Salam rakyat pekerja,

Rezim Neoliberal semakin menunjukkan niatnya untuk mengeksploitasi keuntungan dari rakyat demi kepentingan para pemilik modal, tanpa mengindahkan kepentingan- kepentingan rakyat. Peristiwa yang terjadi pada hari Rabu tanggal 14 April 2010 di Tanjung Priok, Jakarta Pusat, menunjukkan hal tersebut. Peristiwa tersebut telah memakan ratusan korban, baik dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun warga yang melawan.

Kebrutalan Satpol PP dalam menghadapi warga yang melawan tentunya tidak dapat dibenarkan. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP dalam menghadapi perlawanan warga, tentunya menunjukkan didikan rezim Neoliberal untuk memaksa rakyat yang melawan agar tunduk kepada perintahnya. Kenyataannya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP hanyalah untuk merealisasikan kepentingan para pemilik modal agar dapat memperbesar keuntungannya saja. Hal ini kemudian sangat didukung oleh rezim neoliberal yang tunduk kepada para pemilik modal.

Kebrutalan aparat Satpol PP bukan hanya terjadi pada peristiwa Tanjung Priok saja, namun dalam pengalamannya, kebrutalan mereka juga terjadi di beberapa daerah ketika melakukan tugasnya. Sebut saja misalnya dalam menangani penggusuran terhadap warga Cina Benteng di Tangerang. Bentrokan antara aparat Satpol PP dan warga Cina Benteng pun tidak terelakkan. Tidak menutup kemungkinan kebrutalan aparat Satpol PP juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Rakyat dibenturkan hanya untuk kepentingan para pemilik modal oleh rezim Neoliberal yang dipimpin SBY saat ini. Sudah diketahui oleh rakyat, bahwa aparat Satpol PP hanyalah alat rezim neoliberal agar dapat mengamankan dan merealisasikan kepentingan- kepentingan para pemilik modal. Aparat Satpol PP adalah orang-orang yang tadinya kehilangan pekerjaan karena hempasan krisis ekonomi yang diakibatkan oleh kapitalisme. Mereka juga seharusnya menjadi bagian besar rakyat yang tertindas akibat sistem kapitalis ini.

Dalam peristiwa “Tanjung Priok berdarah” kemarin, jelas-jelas motivasi pembongkaran makam Mbah Priok adalah hanya untuk memperluas areal bongkar muat pelabuhan. Perluasan areal bongkar muat pelabuhan tentunya tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, namun perluasan tersebut bersentuhan langsung dengan kepentingan para pemilik modal. Perluasan areal bongkar muat pelabuhan tersebut akan memperbesar keuntungan para pemilik modal karena peti kemas yang dimiliki oleh para pemilik modal akan semakin banyak dapat dikirimkan melalui pelabuhan Tanjung Priok. Rezim neoliberal pun menyetujui hal ini karena memang jalannya rezim saat ini hanya untuk melayani kepentingan- kepentingan para pemilik modal. Perluasan areal bongkar muat peti kemas tersebut jika dilihat tentunya sangat sesuai dengan hasil-hasil National Summit, yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut hanya demi untuk kepentingan para pemilik modal.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Mengecam upaya-upaya adu domba yang dilakukan rezim neoliberal terhadap rakyat pekerja pada peristiwa “Tanjung Priok berdarah” tanggal 14 April 2010, hanya demi kepentingan pemilik modal. Untuk itu, rezim neoliberal harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Perlawanan rakyat harus diarahkan kepada rezim neoliberal. Nyatakan sikap OPOSISI terhadap rezim neoliberal dan bentuk front perlawanan oposisi rakyat terhadap rezim neoliberal. Neoliberalisme telah gagal mensejahterakan rakyat dan hanya SOSIALISME lah jalan satu-satunya agar rakyat sejahtera.

Jakarta, 15 April 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Sumber Gambar

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: