3 Komentar

Mengecam keras pembubaran aksi tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM!, Rezim neoliberal terbukti tidak berkomitmen terhadap agenda penegakan HAM!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP)

Aksi tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM yang diikuti sebagian besar oleh korban dan keluarga korban pelanggaran HAM telah dibubarkan oleh aparat kepolisian pada 27 September 2010 sore hari. Bahkan sekitar 30-an peserta aksinya ditangkap dan digiring ke Mapolres Jakarta Pusat dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Dalam aksi tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM yang diadakan di depan istana negara ini, pada awalnya korban dan keluarga korban pelanggaran HAM, khususnya keluarga korban penghilangan paksa, berencana akan menginap hingga SBY melaksanakan rekomendasi DPR tentang kasus penghilangan paksa 1997/1998.

Sudah setahun rekomendasi DPR tentang penghilangan paksa 1997/1998, yang disahkan oleh sidang paripurna DPR pada tanggal 28 September 2009, diabaikan oleh SBY untuk ditindaklanjuti. Hal ini jelas menunjukkan bahwa rezim Neoliberal tidak ingin menuntaskan kasus penghilangan paksa di Indonesia. Padahal rekomendasi DPR tersebut, menurut keluarga korban penghilangan paksa, akan memberi kejelasan nasib anggota keluarganya yang masih hilang. Salah satu isi rekomendasi DPR tersebut adalah merekomendasikan Presiden RI beserta jajarannya untuk mencari 13 aktifis yang masih hilang.

Rezim neoliberal sudah terbukti tidak akan berpihak kepada korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia. Selama beberapa tahun ini, para pemimpin rezim Neoliberal, tidak pernah menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu diupayakan untuk ditutup serapat-rapatnya karena bagi rezim Neoliberal akan mengganggu kestabilan politik yang dibangun oleh rezim Neoliberal. Bahkan beberapa pelaku pelanggar HAM saat ini menikmati kedudukan yang sangat strategis di pemerintahan, militer dan partai politik borjuis.

Kapitalisme memang akan menyebabkan terjadinya kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Kasus penghilangan paksa yang terjadi di Indonesia, berawal dari sejumlah aktifis yang menggugat kepemimpinan rezim Neoliberal yang dipimpin oleh Soeharto. Pada masa itu, Soeharto telah memiskinkan seluruh rakyat Indonesia, dan hanya mementingkan kepentingan para pemilik modal, baik asing maupun domestik. Pada masa sekarang, kepemimpinan SBY tidak ubahnya seperti kepemimpinan Soeharto. Beberapa kali kasus-kasus pelanggaran HAM terjadi akibat konflik di bidang perburuhan, agraria maupun lingkungan. Rezim Neoliberal saat ini terbukti lebih mementingkan kepentingan para pemilik modal dan menindas rakyatnya sehingga muncul berbagai macam kasus pelanggaran HAM yang baru.

Rezim neoliberal tidak akan peduli dengan nasib rakyatnya yang telah menjadi korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Demi kepentingan para pemilik modal, rezim neoliberal akan berusaha mempeti-es kan seluruh kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia. Terbukti dengan pembubaran paksa tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM dan penangkapan beberapa peserta aksi yang terdiri dari keluarga korban penghilangan paksa, maka rezim neoliberal akan terus menindas dan merepresi rakyatnya yang menuntut keadilan.

aka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

  1. Mengecam keras pembubaran aksi (damai) tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM dan penangkapan beberapa peserta aksi tersebut. Hal ini menunjukkan keberpihakan rezim neoliberal kepada para pelaku pelanggar HAM di Indonesia.

  2. Para pelaku pelanggar HAM di Indonesia akan selalu dilindungi oleh rezim neoliberal karena para pelaku pelanggar HAM tersebut dibutuhkan oleh rezim neoliberal untuk menjaga kepentingan para pemilik modal.di depan istana negara untuk menuntut pelaksanaan rekomendasi DPR tentang kasus penghilangan paksa.

  3. Mendukung sepenuhnya gerakan korban yang mengadakan aksi tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM.

  4. Seluruh rakyat Indonesia, termasuk para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM harus bersatu dengan elemen-elemen gerakan rakyat lainnya dan nyatakan mosi tidak percaya terhadap aparat penyelenggara negara.

  5. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh gerakan rakyat di Indonesia untuk menumbangkan kekuasaan rezim neoliberal dan kekuasaan neoliberalisme di Indonesia.

  6. Neoliberalisme telah terbukti tidak akan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 28 September 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

3 comments on “Mengecam keras pembubaran aksi tenda keprihatinan korban pelanggaran HAM!, Rezim neoliberal terbukti tidak berkomitmen terhadap agenda penegakan HAM!

  1. Jeruk tidak akan pernah makan jeruk…!!! Jadi kalau Rezim BABI (Bambang- Budiono) mau diharap menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang itu sih mustahil namanya…!!!

  2. “Forgive all men be apprised how take ended and ineffective is the power of kings,” Canute said, “in the interest there is no themselves dignitary of the standing, but He whom celestial city, clay and pond = ‘atlantic the deep’ hunt down away relentless laws.
    ubezpieczenie zdrowotne
    Upon the weekend I beget two articles there the problems with the Massachusetts strength choice system.

    Because Obamacare was modeled after the Massachusetts script, the failures in Massachusetts are a portent of things to come. I particularly like the blemished article, partly because I like Samuelson, and partly because he agrees with me (I study throughout he reads my blog).

    If you receive skim my earlier posts, there is nothing new in these reports. The Massachusetts project, which includes an Obama-like guaranty mandate, has increased the flood of insured, effectively aggregate growing infantile adults. Still, it has also resulted in crowded threat rooms, increased waits, and higher costs. Bold lobbying efforts be struck close blocked politicians from insensitive fees paid to doctors and hospitals. Increasing costs catalogue resulted in higher assurance premiums which tight companies can no longer give, ubezpieczenie zdrowotne most appropriate to patients being dumped into the prominence system. The national, already in the throes of a recession, be compelled by way of with these increased costs.

    The supervision is attempting to limit surety premiums via fiat, but in the end can on the contradictory gain mastery in the compendious adverbial phrase, and want at the consequence of the period be unsuccessful. After all single-payer/government takeover on be the but alternate, which I pattern will and testament talk for later. The outline of events is totally like to the pr‚cis I have planned in the past outlined suited for Obamacare.

    No matter how trustworthy the underlying intention, genuineness mostly prevails. This wishes also be the notion of topics I compel be winsome up in the next only harmonious weeks. I ordain be examining in penetrating the thrust of Portliness, drugs, strength, woman current and smoking on healthcare outcomes and costs, and trial to instigate a belt assembly regarding what fractional loyal cross should stake in healthcare. I retire also be examining an potent and on a former occasion in a chap-fallen moon discussed complexion of American healthcare the exceptional amount of dough, length and ill-making travail Americans apply to futile or neutral noxious practices, what I liking entreat the lay of the land of illusion in healthcare. More to come.

  3. You nicely summed up the issue. I would add that this doesn’t exactly concenplate often. xD Anyway, good post…

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: