Tinggalkan komentar

6 tahun kekuasaan rejim Neoliberal: GAGAL mensejahterakan rakyat !!!, Rejim Neoliberal semakin menyengsarakan rakyat Indonesia !!!


(Tulisan ini Merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP dalam Rangka Evaluasi Setahun Pemerintahan SBY-Buedi)

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 20 Oktober nanti, rejim Neoliberal yang dipimpin SBY telah berkuasa selama 6 tahun. Kita memang seharusnya mengingat bahwa SBY telah berkuasa sejak tahun 2004. Sudah 6 tahun juga lah, rejim Neoliberal yang dipimpin oleh SBY telah membuat berbagai kebijakan yang akhirnya terbukti meningkatkan kemiskinan rakyat Indonesia, dan semakin jauh dari kesejahteraan.
Keberpihakan rejim Neoliberal kepada para majikannya, akhirnya menuntun bangsa ini hanya akan dieksploitasi oleh segelintir orang saja demi keuntungan pribadinya. Pasar bebas dan privitisasi sebagai salah satu agenda Neoliberalisme semakin menguat di Indonesia. Dari praktek ini kemudian menghasilkan berbagai perusahaan-perusahaan negara yang seharusnya melayani kebutuhan rakyat banyak, dirubah menjadi perusahaan yang hanya mengejar keuntungan. Praktek ini lah yang akhirnya melambungkan harga-harga komoditas layanan untuk orang banyak. Akhirnya rakyat yang dikategorikan sebagai rakyat miskin tidak mampu untuk mengakses kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut, karena terlalu tinggi biayanya.
Selain privatisasi perusahaan-perusahaan negara, beberapa kebijakan juga terbukti akhirnya mengubur harapan rakyat untuk sejahtera dan mendapatkan jaminan untuk hidup layak. Lihat saja bagaimana sistem kerja kontrak dan outsourcing masih berlaku di negara ini, yang akhirnya membuat rakyat tidak mendapatkan jaminan kepastian kerja. Hal ini kemudian menyebabkan rakyat akan menerima berapapun upah yang diberikan dan menuruti semua kemauan para pengusaha, agar tidak dipecat. Hal ini juga berimbas kepada pembungkaman serikat-serikat pekerja di berbagai wilayah.
Begitu juga yang terjadi pada para petani yang akhirnya harus berhadap-hadapan dengan peraturan-peraturan agraria yang tidak berpihak kepada para petani. Kebijakan impor beras, gula dan yang lainnya akhirnya menyebabkan hancurnya kehidupan para petani dan memaksa mereka untuk beralih pekerjaan sebagai buruh.
Hak untuk mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan juga akhirnya menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan untuk rakyat. Biaya pendidikan dan kesehatan yang sangat tinggi menyebabkan rakyat sangat rentan terhadap arus kemiskinan.
Para preman berjubah yang semakin meneror kenyamanan dan keamanan rakyat, juga semakin dipelihara oleh rejim Neoliberal. Dipeliharanya mereka tentunya dimaksudkan untuk berhadap-hadapan secara langsung dengan rakyat yang berani mengkritik kebijakan rejim Neoliberal. Preman berjubah ini juga digunakan untuk membuat konflik antar agama sangat tinggi di negara ini.
Perlindungan terhadap para pelaku pelanggar HAM juga masih diberikan oleh rejim Neoliberal. Kontroversi pengangkatan Sjafrie Sjamdoeddin menjadi Wamenhan dan pencalonan Timur Pradopo menjadi calon Kapolri menjadi salah satu bukti perlindungan terhadap para pelaku pelanggar HAM. Bahkan tidak ada satupun peristiwa pelanggaran HAM yang diselesaikan, mampu memenuhi rasa keadilan bagi para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Penuntasan versi rejim Neoliberal akhirnya hanya menjadi alat legitimasi untuk membebaskan dan membersihkan nama-nama para pelaku pelanggar HAM saja.
Akan masih banyak lagi jika kita berpikir dengan akal sehat kegagalan-kegagalan rejim Neoliberal ini. 6 tahun kekuasaan rejim Neoliberal seharusnya sudah cukup bagi kita untuk menyatakan bahwa rejim ini telah gagal dan harus dihentikan kekuasaannya. Namun yang lebih penting lagi adalah, kekuasaan tidak seharusnya diserahkan kepada para elit-elit politik borjuis yang hanya memikirkan kepentingannya saja. Menjelang 6 tahun kekuasaan rejim Neoliberal yang dipimpin SBY ini, sudah banyak sekali suara-suara yang dimunculkan oleh para elit-elit politik di Indonesia. Namun sebenarnya watak mereka sebenarnya sama saja seperti para penguasa-penguasa sebelumnya. Para elit-elit politik tersebut tidak pernah berbicara kepentingan rakyat sebelumnya. Mereka tidak pernah berani untuk secara lantang menyatakan melawan sistem Neoliberalisme yang jelas-jelas telah menyengsarakan rakyat.
Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

  1. Rejim Neoliberal telah gagal untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Rejim Neoliberal dan para pengikutnya hanya berupaya mengeruk keuntungan dari derita rakyat Indonesia.
  2. Watak elit-elit politik yang berkoar-koar saat ini untuk menggulingkan kekuasaan rejim Neoliberal, sebenarnya sama saja seperti watak rejim Neoliberal yang sedang berkuasa. Mereka hanya berteriak untuk kepentingan sesaat mereka saja.
  3. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh elemen gerakan rakyat untuk menggulingkan kekuasaan rejim Neoliberal dan melawan sistem Kapitalisme-Neoliberalisme.
  4. Rakyat akan sejahtera hanya dengan SOSIALISME.

Jakarta, 19 Oktober 2010

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: