Tinggalkan komentar

Bangun kekuatan kaum muda untuk melawan Kapitalisme-Neoliberalisme!!!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010)

Salam rakyat pekerja,

Delapan puluh dua tahun yang lalu, tanggal 28 Oktober 1928, atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) kongres Pemuda melahirkan sebuah sumpah yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II yang dihadiri oleh Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain bersama-sama menyatakan sumpahnya untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda.
Kenyatannya pada saat sekarang, hari Sumpah Pemuda diperingati dengan upacara-upacara yang kebanyakan dikemas dengan pidato-pidato para “tokoh” yang kosong isinya. Sumpah Pemuda yang diusung oleh kalangan muda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, akhirnya saat ini seperti terlepas dari jiwa sejarah revolusioner yang melahirkannya.. Hal ini tentu saja diakibatkan oleh rezim Soeharto yang berkuasa di masa Orde Baru, yang berkeinginan untuk menghilangkan jejak-jejak sejarah revolusioner yang diusung oleh para pemuda saat itu. Padahal Sumpah Pemuda adalah salah satu di antara berbagai landasan utama bagi kebangkitan nasional kita dan merupakan semen yang mempersatukan bangsa dan negara kita.
Sumpah Pemuda adalah kontrak sosial dan kontrak politik bersejarah, yang telah dibuat bersama-sama oleh angkatan muda dari berbagai golongan suku, agama dan aliran politik. Perjuangan revolusioner dari berbagai organisasi rakyat ketika itu dan para kaum muda dari seantero penjuru Indonesia untuk melawan kekuasaan kolonial Belanda adalah “api” Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa Indonesia ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Sumpah Pemuda telah mengikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah-air dan satu bahasa. Tentu saja, jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, Indonesia sebagai milik bersama, milik seluruh rakyat Indonesia, belum tercapai. Kekuasaan rezim Neoliberal yang tunduk kepada Kapitalisme-Neoliberalisme akhirnya hanya memberikan kenikmatan seluruh sumber daya alam Indonesia kepada segelintir orang. Kenikmatan dari Indonesia hanya bisa dirasakan oleh para elit-elit borjuasi dan para pemilik modal. Sementara rakyat pekerja Indonesia secara keseluruhan saat ini harus melayani keinginan-keinginan para pemilik modal dan elit-elit politik borjuasi tersebut.
Jelas praktek yang dijalankan oleh rezim Neoliberal telah mengkhianati Sumpah Pemuda. Rezim Neoliberal selama ini hanya memaksakan keinginannya dengan sewenang-wenang melalui berbagai kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua, bahwa di Indonesia tidak boleh ada golongan yang tertindas, dianak-tirikan, dikucilkan atau diabaikan.
Sudah saatnya kaum muda di Indonesia membangkitkan kembali “api” Sumpah Pemuda. Kaum muda harus kembali melakukan perlawanannya kepada Kapitalisme-Neoliberalisme yang telah menindas dan menyengsarakan rakyat Indonesia, seperti halnya kolonialisme Belanda dahulu.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

  1. Kekuatan kaum muda harus bersatu untuk membangkitkan kembali “api” Sumpah Pemuda untuk melawan rezim Neoliberal dan sistem Kapitalisme-Neoliberalisme
  2. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh gerakan rakyat di Indonesia untuk merebut kekuasaan rezim Neoliberal.
  3. Kapitalisme-Neoliberalisme sejak dahulu merupakan lawan dari rakyat Indonesia, bahkan terbukti kini bahwa sistem tersebut tidak mampu mensejahterakan rakyat Indonesia. Maka hanya dengan SOSIALISME lah rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 27 Oktober 2010
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: