1 Komentar

Cengkeraman Neoliberalisme akan semakin menguat di Indonesia !!!, Neoliberalisme hanya akan semakin menyengsarakan rakyat !!!


(Tulisan ini merupakan pernyataan sikap KP PRP)

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 9-10 November 2010, Barrack Obama mengunjungi Indonesia, sebelum akhirnya akan bertolak ke Seoul (Korea Selatan) untuk menghadiri KTT G-20. Sebelumnya, pada bulan Maret 2010, Obama mengundurkan rencana kedatangannya ke Indonesia akibat adanya keluhan dari kalangan DPR AS asal Partai Demokrat mengenai pemungutan suara terkait layanan kesehatan yang dipercepat. Selain itu, pada Juni 2010, Obama juga mengundurkan waktu kedatangannya akibat tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Pada kunjungannya kali ini, rencananya Obama dan SBY akan meluncurkan Indonesia ā€“ US Comprehensive Partnership (CP), yang pada awalnya disampaikan pertama kali oleh SBY di Washington, D.C pada November 2008. Perjanjian Kemitraan Komprehensif antara Indonesia ā€“ AS ini merupakan sebuah inisiatif dimana AS akan memperluas dan memperkuat hubungan dengna Indonesia untuk menangani isu-isu regional dan global. Pembicaraan CP ini sudah dimatangkan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton akhir Januari lalu. CP ini akan memuat kerjasama bilateral yang akan membawa hubungan kedua negara menjadi lebih erat di berbagai sektor, mulai kerjasama ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.

Kemitraan Komprehensif ini adalah bentuk nyata penggunaan soft power pemerintahan Obama yang bertujuan untuk memperdalam pengaruh dan kontrol AS atas Indonesia. Rezim Neoliberal di Indonesia tentunya sangat senang jika mereka dirangkul AS demi mengokohkan sistem kapitalisme di Indonesia.

Namun terlepas dari perjanjian tersebut, kepentingan AS sebenarnya adalah untuk menghadapi semakin besarnya kekuatan Cina di berbagai bidang. Hal ini dikarenakan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya telah melakukan perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN-Cina pada tahun 2010 ini. Artinya Indonesia hanya menjadi boneka saja bagi kepentingan ekonomi politik AS. Namun dengan dalih peningkatan investasi asing akan meningkatkan perekonomian Indonesia yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, maka rezim Neoliberal telah bersiap untuk melayani kedatangan Obama. Sejak beberapa hari lalu, rezim Neoliberal selalu mengungkapkan bahwa komitmen investasi AS sangat besar sekali. Caterpillar dan GE (General Electric) selalu disebutkan oleh rezim Neoliberal sebagai salah satu jawaban untuk meyakinkan rakyat agar mau turut melayani kedatangan Obama, bersama-sama dengan rezim Neoliberal.

Namun benarkah dengan meningkatnya investasi akan juga meningkatkan kesejahteraan rakyat? Sudah banyak sekali investasi yang dilakukan oleh AS melalui perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia. Exxon Mobil Oil, Caltex, Freeport dan Newmont. Namun dari investasi perusahaan-perusahaan ini, kenyataannya bukan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, tetapi untuk memberikan keuntungan pada para pemilik modal saja. Belum lagi akibat kerusakan ekosistem dan lingkungan yang diakibatkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. PT Newmont telah merusak pantai Buyat dan Sumbawa bagian Barat dengan diikuti aktifitas pembuangan limbah tailing ke laut yang besarnya mencapai 120.000 ton per hari. Ini 60 kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang dibuang oleh PT Newmont di pantai Buyat Minahasa, Sulawesi Utara. Apalagi saat ini rezim Neoliberal telah mengijinkan penambangan di daerah hutan lindung yang akhirnya mengakibatkan kerusakan hutan yang besar.

Kontrak Kerja Sama atau Kontrak Karya selama ini juga lebih berpihak dan menguntungkan para pemilik modal dibandingkan bangsa Indonesia. Dalam kasus Freeport di Papua, pemerintah Indonesia hanya mendapatkan 18.72% saja, itu pun 9,36% dimiliki oleh swasta, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Freeport. Padahal PT Freeport saat ini telah berhasil mengeruk sekitar 30 juta ton tembaga dan 2,744 milyar gram emas Indonesia. Sementara dalam kasus blok Cepu, Exxon Mobile mendapat konsesi 50%. Belum lagi kontrak karya gas di pulau Natuna yang 100% milik Exxon Mobile. Indonesia hanya mendapat pajak penjualan saja. Padahal ladang gas D-Alpha di pulau Natuna ini total cadangannya sebesar 222 trilun cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT. Ladang gas D-Alpha ini merupakan salah satu sumber yang terbesar di Asia.

Kunjungan Obama ke Indonesia tentu saja untuk kembali mengokohkan kembali imperialisme di bidang MIGAS di Indonesia. Karena saat ini pengaruh Cina di bidang MIGAS sudah mulai mengusik dominasi perusahaan AS dan Inggris.

Rezim Neoliberal tentunya akan membuka seluruh daratan, lautan dan udara Indonesia untuk dapat dieksploitasi oleh para negara-negara besar dan para pemilik modal ini. Namun kepentingan rezim Neoliberal ini bukan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Karena jelas, tidak ada keuntugan apapun yang dapat diterima oleh rakyat Indonesia akibat dari investasi yang ditanamkan oleh para pemilik modal. Rezim Neoliberal hanya mementingkan kepentingan pribadinya dan kepentingan partai-partai politiknya agar mampu bertarung kembali dalam Pemilu mendatang sehingga masih dapat menguasai ekonomi politik di Indonesia.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

  1. Lawan segala bentuk penjajahan gaya baru dari para pemilik modal dan negara-negara maju, yang berdalih menanamkan modalnya di Indonesia.
  2. Rezim Neoliberal jelas-jelas telah tunduk kepada kepentingan para pemilik modal dan pro terhadap sistem Neoliberalisme yang telah menyengsarakan rakyat.
  3. Bangun partai politik alternatif dari elemen gerakan rakyat untuk melawan kekuasaan rezim Neoliberal dan melawan sistem Neoliberalisme
  4. Kapitalisme-Neoliberalisme telah gagal dalam mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 9 November 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

One comment on “Cengkeraman Neoliberalisme akan semakin menguat di Indonesia !!!, Neoliberalisme hanya akan semakin menyengsarakan rakyat !!!

  1. Inilah bukti konkritnya jika Rezim BABI (Bambang-Budiono)adalah penganut paham Neolib, yang hari ini mendatangkan Jadjal (Barack Obama) Imprialis Dunia AS.

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: