Tinggalkan komentar

Penanganan Bencana Alam oleh Rezim Neoliberal sangat buruk !!!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Solidaritas KP-PRP)

Salam rakyat pekerja,

Sumber Gambar: http://marcolausantosa.blogspot.com/2010/10/berikan-amal-anda-untuk-korban-bencana.htmlDalam bulan Oktober, Indonesia telah mengalami 3 bencana besar di berbagai wilayah. Tanggal 4 Oktober Kabupaten Wasior dilanda banjir bandang. Kemudian tanggal 25 Oktober bencana tsunami melanda kepulauan Mentawai. Gunung Merapi pun akhirnya meletus dan mengeluarkan awan panas pada tanggal 26 Oktober. Ratusan, atau bahkan ribuan jiwa menjadi korban akibat tiga peristiwa bencana yang terjadi di bulan Oktober tersebut. Belum lagi ketika kita mengingat bencana-bencana lainnya yang terjadi sebelumnya.

Banyaknya bencana alam di Indonesia dikarenakan wilayah Indonesia merupakan bagian dari cincin api pasifik atau lingkaran api pasifik. Hal ini menyebabkan wilayah Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km, untuk seluruh wilayah cincin api pasifik tersebut (bukan hanya Indonesia). Daerah ini juga yang sering disebut sebagai sabuk gempa pasifik.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diketahui beberapa gunung api saat ini telah meningkat aktivitasnya. Gunung api tersebut antara lain, G. Karangetan, G. Ibu, G. Sinabung, G. Talang, G. Kaba, G. Kerinci, G. Krakatau, G. Papandayan, G. Slamet, G. Semeru, G. Soputan, G. Rinjani, G. Bromo, G. Batur, G. Sangeangapi, G. Rokatenda, G. Egon, G. Lokon, G. Gamalama, G. Dukono, G. Seulawah Agam. Meingkatnya aktivitas gunung-gunung api tersebut memang merupakan konsekuensi dari wilayah Indonesia yang berada di cincin api pasifik. Permasalahannya adalah rezim Neoliberal tidak pernah memikirkan sistem penanganan yang efektif jika terjadi sebuah bencana di Indonesia.

Early warning system atau sistem pendeteksi dini adanya bencana alam memang sangat penting. Namun hal ini tentunya tidak akan berguna jika rakyat tidak pernah dilibatkan dalam berbagai sistem tersebut. Bencana alam merupakan urusan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang yang dianggap ahli dalam menangani bencana. Hal ini sudah terlihat bagaimana solidaritas yang terbangun antar sesama rakyat untuk membantu korban yang terkena bencana alam akibat letusan gunung Merapi. Bahkan solidaritas rakyat dalam menolong dan memberikan informasi masih lebih cepat dibandingkan penanganan yang dilakukan oleh rezim Neoliberal. Itu tentu saja menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menghimpun diri, mengembangkan solidaritas dan komitmen agar dapat mewujudkan hidup selamat bersama sebagai komunitas.

Teknologi early warning system memang sangat penting untuk digunakan. Namun teknologi tersebut harus dibarengi dengan penyebaran informasi dan kepemimpinan di lapangan. Kedua hal inilah yang tidak dilakukan oleh rezim Neoliberal. Bahkan terkadang informasi yang disebarkan malah disesatkan oleh media-media massa yang mencari rating sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa.

Solidaritas yang dibangun oleh rakyat dalam membantu korban bencana alam, jelas tanpa kepemimpinan dari rezim Neoliberal. Solidaritas itu muncul dengan spontan dari rakyat yang peduli dan ingin membantu saudara-saudaranya yang tertimpa bencana alam. Banyak akhirnya yang mempertanyakan kehadiran negara dalam menangani bencana alam di Indonesia. Bahkan kita tahu, beberapa pejabat yang seharusnya mendampingi dan memberikan dukungan moral serta memastikan rakyatnya selamat dari bencana alam tersebut malah lari keluar daerah atau sedang berjalan-jalan keluar negeri. Ini jelas merupakan bentuk pelepasan tanggung jawab para pejabat negara terhadap penanganan bencana alam. Pernyataan dan komentar yang menyakitkan hati pun sering dilontarkan oleh para pejabat di negeri ini, yang akhirnya malah menyalahkan para korban bencana alam.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

  1. Turut berduka cita dan bersolidaritas terhadap seluruh korban bencana alam yang terjadi di Indonesia
  2. Seluruh rakyat Indonesia harus mulai berhimpun, mengorganisasikan dirinya, karena kita hidup di wilayah rawan bencana.
  3. Berdasarkan pengalaman yang berjalan, rezim Neoliberal jelas tidak mampu diharapkan untuk menangani bencana-bencana alam yang terjadi di Indonesia. Rezim Neoliberal bersama-sama elit-elit politik borjuasi hanya memikirkan kepentingan mereka pribadi dan para pemilik modal.
  4. Bangun partai politik alternatif untuk melawan kekuatan rezim Neoliberal dan partai-partai politik yang mendukung Neoliberalisme.
  5. Kapitalisme-Neoliberalisme terbukti gagal dalam mensejahterakan rakyat, dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 8 November 2010

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: