Tinggalkan komentar

Tolak UU Partai Politik !!!, UU Partai Politik memberangus hak rakyat untuk berpolitik !!!


(Tulisan ini Merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP)

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 17 Desember lalu, DPR baru saja mensahkan RUU Perubahan UU No 2/2008 tentang Partai Politik. Pembahasan RUU Perubahan UU No 2/2008 yang hanya 2 minggu tentunya mengundang pertanyaan. Terlepas dari pertarungan antar partai-partai politik Neoliberal yang akhirnya menghasilan UU Partai Politik yang baru, tentunya UU tersebut juga harus dimaknai sebagai sebuah pemberangusan hak berpolitik rakyat Indonesia, serta mengamankan kekuasaan kekuatan politik Neoliberal di Indonesia.

Dalam UU Partai Politik yang baru ini dinyatakan syarat pembentukan partai politik harus didaftarkan paling sedikit 50 orang dan didukung 30 orang di setiap provinsi. Kemudian syarat yang lainnya adalah harus memiliki kepengurusan di 100 % provinsi, 75 % kebupaten/kota di setiap provinsi dan 50 % kecamatan di setiap kabupaten/kota. Tentunya hal ini akan sangat bermasalah bagi rakyat yang ingin membentuk partai politik baru. Bahkan aturan ini sangat bertentangan dengan hak rakyat untuk berserikat dan berkumpul.

Di sisi yang lain, perubahan UU No 2/2008 ini tetap mempertahankan mekanisme yang tidak transparan dalam pengaturan dana partai politik. Partai dipersilakan menerima sumbangan Rp 1 miliar dari perorangan dan Rp 7,5 miliar dari badan usaha swasta, namun pengelolaan sumbangan itu dilakukan secara tertutup. Akibatnya partai politik tidak saja menjadi sarana pencucian uang haram, tetapi juga menjadi sarana bagi para pemilik modal unutk mengendalikan kebijakan-kebijakan negara.

Para pemilik modal nantinya akan senantiasa meyumbangkan dananya bagi partai-partai politik pendukung Neoliberalisme asalkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan para pemilik modal dapat diperjuangkan oleh partai politik tersebut. Kondisi ini sebenarnya telah terjadi pada saat ini, namun dengan lahirnya perubahan UU ini maka kekuatan para pemilik modal untuk mengendalikan bangsa ini akan semakin besar.

Sangat jelas bahwa munculnya perubahan UU Partai Politik ini hanya untuk mempertahankan kelanggengan kekuatan Neoliberal di negara ini. UU Partai Politik ini telah membajak demokatisasi di negara ini. Nantinya diyakini akan sangat banyak kebijakan-kebijakan yang mendukung Neoliberalisme yang akan diusung oleh partai-partai politik tersebut.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negara ini akan semakin terpinggirkan. Rakyat hanya akan dibutuhkan pada saat Pemilu untuk digalang suara dukungannya. Sudah saatnya praktek penindasan oleh para pendukung Neoliberalisme ini dihancurkan. Seluruh rakyat Indonesia harus dibangunkan dari tidur lamanya, yang selama ini mendukung partai-partai politik pendukung Neoliberalisme tersebut. Sudah 12 tahun masa reformasi berjalan, namun kehidupan rakyat semakin hari semakin memburuk akibat perilaku para elit-elit politik dan partai politik pendukung Neoliberalisme.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

(1) Menolak UU Partai Politik yang baru karena telah memberangus hak rakyat untuk berserikat dan berkumpul. UU Partai Politik tersebut juga hanya akan melanggengkan kekuasaan Neoliberal di Indonesia. (2) Bangun partai politik alternatif yang dibagun dari seluruh gerakan rakyat Indonesia untuk mengambilalih kekuasaan Neoliberal di Indonesia. (3) Kapitalisme-Neoliberalisme telah gagal dalam mensejahterakan rakyat, maka hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 20 Desember 2010

Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja

Sumber Gambar:

http://sejarah.kompasiana.com/2010/07/21/sejarah-dari-penjara-ke-lapas-napi-juga-manusia/

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: