1 Komentar

Rezim Neoliberal Adalah Rezim Kekerasan, Tuntaskan Kasus Kekerasan Aparat Kepolisian Terhadap Mahasiswa dan Dosen Unasman, Cabut Protap Kapolri No. 1/X/2010


(Tulisan ini Merupakan Pernyataan Sikap PRP Komite Kota Makassar)

Rezim Neoliberal yang berkuasa sekali lagi memperlihatkan kebrutalannya pada tanggal 13 Januari 2011 di kampus UNASMAN Kabupaten Polewali Mandar. Penembakan terhadap puluhan mahasiswa dan dosen Unasman oleh aparat Polres Polman menunjukkan bahwa tindakan represif sepertinya menjadi alternatif tunggal dalam penanganan aksi. Hal ini semakin menegaskan budaya kekerasan negara melalui Institusi dan aparatusnya. Sebelumnya Rezim Neoliberal melalui Institusi Kepolisian di wilayah Sulselbar  telah banyak melakukan kekerasan dalam setiap penanganan aksi demonstrasi mahasiswa dan kelas pekerja. Kekerasan yang dilakukan terhadap mahasiswa depan kampus UMI pada perayaan hari anti korupsi serta kekerasan terhadap aksi pemogokan buruh PT Bomar beberapa bulan lalu adalah salah satu bukti bahwa rezim Neoliberal adalah rezim Kekerasan. Tapi, itu belum cukup. Dibawah kendali Rezim Neoliberal yang berkuasa lewat kartel partai politik, penguasa telah membangun wacana dan propaganda untuk melemahkan gerakan pro demokrasi secara umum, seakan-akan gerakanlah yang melegitimasi kekerasan yang ada, gerakanlah yang dituduh anarkis. Sungguh cara cara lama yang picik yang mengingatkan kita pada rezim otoriter Orde Baru di masa lalu.

Rezim Neoliberal melalui isntitusi Kepolisian memang tampaknya lebih suka bersolek dengan segala legitimasi aturan dan propaganda manis di depan rakyat, dengan satu sasaran menutupi praktek kekerasan yang semakin menjalar. Cara-cara pencitraan seperti inilah yang paling sering digunakan rezim menghegemoni demi mempertahankan kekuasaannya. Kepolisian bersolek dengan penetapan Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI. Akan tetapi, terbukti peraturan tersebut gagal diimplementasikan secara konkrit dalam pelaksanaan tugas-tugas aparat kepolisian di lapangan.

Yang menjadi catatan juga bahwa Institusi Kepolisian gagal menegakkan aturan hukum di internal mereka sendiri. Dalam Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara RI, Pasal 3, Huruf f menyebutkan: “Dalam rangka kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib menjunjung tinggi hak asasi manusia”. Bila aparat penegak hukum, pelindung,  dan pengayom masyarakat tidak mampu menegakkan hukum yang mengatur diri mereka sendiri, bagaimana rakyat masih dipaksa percaya bahwa mereka mampu memberi jaminan keamanan dan ketentraman di masyarakat. Tak bisa dipungkiri bahwa hal ini masih menunjukkan mental arogan dari aparatur negara dan bila ini dibiarkan maka kita akan mundur lagi ke era sebelumnya, era yang tidak menjadikan hak asasi manusia sebagai hal yang penting dan mendasar yang harus dipenuhi, dilindungi, dan dimajukan oleh negara melalui aparatusnya. Dan tentu saja menjadi tanggungjawab bagi seluruh organisasi gerakan pro demokrasi untuk menyatukan tekad, merapatkan barisan, dan menyuarakan secara lantang di depan Rezim Neoliberal bahwa kita adalah bagian dari bangsa ini yang menolak cara-cara represif oleh negara dalam bentuk apapun. Dan menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mengawal penuntasan kasus kekerasan terhadap dosen dan mahasiswa Unasman Polman agar tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi di masa datang. Hari ini kita layak mempertanyakan siapa sebenarnya yang ANARKIS (anarkis dalam versi Penguasa) ???

Kekerasan tentu saja tidak yang kasat mata dan yang muncul di lapangan saja karena hal itu hanyalah efek semata. Harus kita pahami adalah praktek kekerasan sejatinya dimulai saat pembuatan aturan-aturan hukum. Rakyat tentu berharap agar jangan sampai hukum dijadikan alat legitimasi kekerasan negara. Namun hal itulah yang selalu terjadi, dan semakin membuktikan tesis bahwa negara adalah alat kekuasaan kelas tertentu. Oleh karena itu, sedari dini kita layak waspada, karena Prosedur Tetap Kapolri No 1/X/2010 tentang Penaggulangan Anarki justru dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan kekerasan dari aparat Kepolisian, meski Protap tersebut secara formil mengandung roh perlindungan HAM dan pencegahan atas kemungkinan meluasnya konflik sosial. Dan tentu saja kita layak lebih waspada munculnya efek yang bahkan lebih mengerikan, Protap di atas digunakan oleh rezim untuk melegitimasi pemberangusan gerakan pro demokrasi dan gerakan anti neoliberal di Indonesia.

Oleh karena itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) Komite Kota Makassar, menyatakan :

(1) Rezim Neoliberal  yang berkuasa saat ini adalah Rezim Kekerasan, (2) Rezim Neoliberal telah Gagal Memberikan perlindungan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia warga negara, (3) Mengecam dan Mengutuk tindakan aparat kepolisian yang dilegitimasi oleh aturan-aturan Rezim Neoliberal, (4) Segera tuntaskan kasus kekerasan aparat kepolisian terhadap dosen dan mahasiswa Unasman Polman. (5) Segera cabut Protap Kapolri No 1/x/2010 tentang penanggulangan anarki karena protap tersebut sangat rentan disalah gunakan oleh aparat kepolisian, (6) Menyerukan kepada seluruh gerakan Pro Demokrasi dan Anati Neoliberal untuk merapatkan barisan dan membangun kekuatan oposisi menentang Rezim Kekerasan.

Makassar, 15 Januari 2011

Komite Kota Makassar

Perhimpunan Rakyat Pekerja

Iklan

One comment on “Rezim Neoliberal Adalah Rezim Kekerasan, Tuntaskan Kasus Kekerasan Aparat Kepolisian Terhadap Mahasiswa dan Dosen Unasman, Cabut Protap Kapolri No. 1/X/2010

  1. Bahwa diduga pelaku kejahatan kasus Temanggung adalah orang gila, tidak mungkin. Semua itu jelas by disign, dirancang, disengaja. Untuk mengalihkan isu. Oknum-oknum jenderal yang terancam yang mbikin gara-gara ini akibat kehebatan si peniup peluit mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Coba kalau KPK dan SBY ternyata kalah dan berhenti berusaha menjebloskan anak buah jenderal-jenderal korup itu maka kasus-kasus kejahatan kelompok massa siluman itu berhenti dengan sendirinya. Maju terus KPK!!! kalau tidak maju, copot ketua KPK yang baru!!! Tapi terpenting, bubarkan MUI, copot Menteri Ahama dan bubarkan juga FPI!!!

    SBY harusnya sudah bubarkan MUI sejak dulu. Wahai Aminuddin, cium pantatmu dulu!!! Aminuddin Yaqob, anggota MUI, bilang semalam di TV One bahwa Rabitah Al-Islami (RabAl) sudah lama mengeluarkan fatwa melarang Ahmadiyah. Emangnya siapa pikirin!! Hei Aminuddin, buka matamu, RabAl hanya sebuah organisasi Arab, keciiil. Indonesia negara besar, memiliki agama dan aliran serta suku bangsa yang berbeda-beda. Mereka sejak dulu hidup harmoni. Kenapa lu obok-obok sekarang?!!!

    Lu, Aminuddin, sok tahu. Lu bilang Ahamdiyah harus kembali ke jalan yang benar. Emangnya lu aje yang berhak benar?!!! Lu pikir kagak, dan buka mata lu, Indonesia bukan negara berdasarkan Islam, jangan lu sok ngatur-ngatur. Indonesia negara sekuler, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Monyong!! Kalau mau mendominasi hanya satu aliran, berani enggak lu ame semua rakyat Indonesia!!

    Hei Aminuddin Yaqob, hampir setiap agama memiliki banyak aliran. Islam sendiri banyak aliran/madzhab, antara lain: Syafii, Hanafi, maliki, Hambali, yang memiliki perbedaan-perbedaan penting dan tak penting, itu sah-sah saja. Ada pula hal-hal lain seperti antara lain Shiah dan Sunni, mereka sangat beda juga. sah-sah saja. jadi lu kagak perlu membuat penyeragaman, dan mengklaim paling benar serta mendikte aliran lain seperti Ahamdiyah.

    Lu mesti harusnya dibuang dari MUI, ngotor-ngotorin aje dan camuk lu! Lagipula, MUI adalah organisasi sisa Orba yang harusnya sudah dibubarkan karena terbukti selalu cari-cari masalah dan berpolitik. MUI harusnya ngurusin adminstrasi misalnya sertifikat halal dan sebagainya, ngurisin yang baik-baik bukan mendikte suatu kebenaran dan bukan kebenaran! Jangan lanjutkan keanehanmu MUI. SBY harusnya sudah membubarkan MUI, karena suka berpolitik dan suka mengadu-domba umat.

    Hei Aminuddin Yaqob, berani enggak lu sama orang-orang Shiah dan Iran?!! Bangsa dan negara itu lebih menghormati Syayidina Ali daripada Nabi Muhammad?!!! Lu kayaknya harus belajar lagi dan jangan sok tahu. Nabi itu banyak. Ada yang menyebut hanya 25 mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, ada juga yang menyebut banyak, termasuk ada Nabi Haidir dll, mereka tidak termasuk dalam Top 25 besar tersebut. Boleh-boleh saja, sah-sah saja. Ngapain lu Aminuddin Yaqob, kurang kerjaan lu!!!

    Rasul mungkin satu yaitu Muhammad SAW. Nabi manapun menerima wahyu dan tidak selalu dibukukan/dikitabkan, maklum zaman dulu belum ada komputer atau mesin ketik, Monyet!!!

    Sampai saat ini hanya 4 Nabi yang terkenal memiliki Kitab: Ibrahim terkenal dengan kitab Az-Zaburnya, Musa dengan At-Tauratnya, Isa terkenal dengan Al-Injilnya, dan Muhammad dengan Al-Qur’annya yang juga disebut Al-Furqon seperti orang Ahmadiyah. Dalam Kristen Al-Injil juga sudah beda-beda aliran mereka pun banyak yang terkenal di Indonesia adalah: Protestan, Katholik dan Adven. Hei Aminuddin Yaqob, berani enggak lu nyeregamkan Kristen!!! Jadi umat Ahmadiyah mengklaim Ghulam sebagai Nabi, boleh-boleh saja, sah-sah saja, itu hak mereka.

    Anda Aminuddin Yaqob tidak perlu menyeragamkan. Lihat, antara Muhamamdiyah dan NU saja, jumlah azan sholat Jumataan berbeda, mau apa lu Aminuddin?!!! Janganlah lu cari-cari masalah.

    Anda juga bilang Ahmadiyah tidak boleh mengadakan hubungan ke luar negeri, ke pusat Ahmadiyah di Lahore. Emangnya lu siapa?!! Apa-apaan lagi lu?!! Semua manusia dan organisasi apapun berhak dan bebas mengadakan hubungan dengan luar negeri. Apa lu tidak lihat pesantren-pesantren di negeri ini juga menerima dana dari luar negeri?!!! LSM-LSM juga menerima dana dari luar negeri!!! Bahkan pemerintah juga menerima dana dari luar negeri !!! Apa-apaan lu?!!! Mau apa lu?!!! Melarang orang/organisasi apapun menerima sumbangan dari luar negeri!!! Mau mendominasi negeri ini?!!
    Cium pantat lu sendiri, atau kalau perlu cium pantat orang-orang Ahmadiyah, cium pantat orang-orang Kristen, cium pantat orang-orang NU, cium pantat orang-orang Muhammadiyah, cium pantat kepala pemerintah, SBY, cium pantat mereka semuanya, satu per satu!!!

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: