Tinggalkan komentar

Bebaskan perawat RSUD Dok II Jayapura yang ditahan oleh Kepolisian! Rezim neoliberal menyengsarakan rakyat Indonesia!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP)

Salam rakyat pekerja,

Aksi rakyat pekerja yang menuntut kesejahteraan dibalas oleh rezim neoliberal dengan penahanan. Hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Jayapura, Papua. Para perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, sejak Januari 2010 telah menuntut insentif untuk para perawat di RSUD Dok II Jayapura, karena dinilai tidak sebanding dengan tugas dan pengabdian seorang perawat. Saat ini mereka hanya menerima insentif sebesar Rp 100.000 per bulan, padahal para perawat lah yang melayani pasien lebih dulu sebelum para dokter. Akibat tuntutan para perawat tersebut, maka muncul lah Surat Keputusan Gubernur Nomor 125 tahun 2010 tentang Pemberian Insentif kepada SDM Kesehatan di RSUD Jayapura. Dalam Keputusan Gubernur Papua tersebut disebutkan insentif yang akan diberikan sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Namun anehnya, tak lama kemudian Keputusan Gubernur Papua tersebut dicabut.

Karena tidak pernah ada realisasi pembayaran insentif tersebut, para perawat RSUD Dok II Jayapura kemudian memutuskan untuk aksi turun ke jalan. Aksi mogok pun dijalankan oleh para perawat RSUD Dok II Jayapura untuk mendesak pemerintah Papua agar menjelaskan alasan pencabutan Keputusan Gubernur Papua tersebut. Aksi yang dilancarkan oleh para perawat RSUD tersebut akhirnya dibalas oleh rezim neoliberal dengan melakukan penangkapan terhadap 8 orang perawat pada tanggal 14 Maret 2011, dengan tuduhan pasal 335 dan 160 KUHP tentang penghasutan dan perbuatan tidak menyenangkan. Para perawat yang ditahan antara lain Leni Ebe, Popi Mauri, Lutherina Rumkabu, Velen Steven Siahaya, Yeanet Fransiska Mandosir, Yolanda Inauri, Menai Aronggear, dan Delila Ataruri.

Bentuk kriminalisasi terhadap rakyat pekerja yang menuntut kesejahteraan bukan hanya dialami oleh rakyat pekerja di Papua. Hampir seluruh rakyat pekerja di Indonesia mengalami tindakan kriminalisasi yang dilakukan oleh rezim neoliberal. Hal ini jelas untuk membungkam tuntutan-tuntutan rakyat pekerja akan kesejahteraan dan menghalangi-halangi hak rakyat pekerja untuk berorganisasi.

Union Busting atau pembungkaman serikat pekerja/buruh di berbagai daerah telah secara massif dilakukan oleh rezim neoliberal. Hal ini juga menunjukkan takutnya rezim neoliberal jika rakyat pekerja berkumpul dan berorganisasi untuk menuntut hak-haknya. Penghalang-halangan hak untuk berkumpul dan berorganisasi atau bahkan melakukan aksi unjuk rasa pun juga dilakukan melalui peraturan-peraturan daerah, seperti di Kabupaten Bintan.

Sementara kita tahu, bahwa kekuatan buruh/pekerja adalah serikat buruh/pekerja. Dengan berkumpul dan berorganisasi, maka kekuatan buruh akan bertambah kuat dalam melawan penindasan yang dilakukan oleh rezim dan sistem neoliberal. Rezim neoliberal sangat pantas untuk takut jika rakyat pekerja berkumpul dan berorganisasi untuk menghimpun kekuatannya.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Bebaskan para perawat RSUD Dok II Jayapura yang ditahan oleh Kepolisian karena melakukan aksi mogok. Tuduhan penghasuan dan perbuatan yang tidak menyenangkan merupakan tuduhan yang mengada-ada dari rezim neoliberal dan aparat kepolisian. Seluruh rakyat pekerja di Indonesia harus melakukan perlawanan terhadap tindakan pembungkaman serikat pekerja/buruh (Union Busting) yang dilakukan oleh rezim neoliberal. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh elemen gerakan rakyat di Indonesia untuk menumbangkan rezim neoliberal dan melawan neoliberalisme. Kapitalisme-neoliberalisme telah gagal mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: