Tinggalkan komentar

Menuntut Pembebasan Aktivis Koalisi Bersih 2.0!, Neoliberalisme Telah Mempersempit Ruang Demokrasi bagi Rakyat!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP)

Salam rakyat pekerja,

Pada tanggal 9 Juli 2011, puluhan ribu rakyat pekerja di Malaysia melakukan aksi unjuk rasa terbesar untuk menuntut reformasi pemilu di Malaysia. Ini merupakan unjuk rasa terbesar yang kedua di Malaysia sejak Barisan Nasional memegang tampuk kekuasaan selepas negara tersebut merdeka dari Inggris pada tahun 1957. Pada tahun 2007, para oposisi di Malaysia juga sempat melakukan unjuk rasa dan mengalami tindakan represi dari rezim neoliberal di negara itu.

Pada aksi unjuk rasa kali ini, tindakan represi juga kembali dilakukan oleh rezim neoliberal di Malaysia. Sebelum pelaksanaan aksi unjuk rasa dilakukan, sudah sekitar 200 orang aktivis telah ditahan di seluruh wilayah Malaysia. Sebanyak 6 orang diantaranya, ditahan berdasarkan aturan hukum yang membolehkan penahanan tanpa melalui pengadilan. Banyak di antara aktivis oposisi yang kemudian dilepaskan, namun beberapa diantaranya menerima tuntutan melakukan aksi melawan hukum, karena berhimpun secara ilegal. Jika gugatan tersebut dikabulkan, para aktivis tersebut akan terancam penahanan puluhan tahun.

Ketika aksi unjuk rasa dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2011, rezim neoliberal kembali melakukan penangkapan terhadap ratusan aktivis di Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari aparat keamanan menangkap sekitar 924 orang aktivis. Aparat keamanan berdalih, bahwa penangkapan tersebut dilakukan karena para aktivis tersebut melaksanakan rapat umum ilegal.

Aksi unjuk rasa terbesar di Malaysia tersebut dipicu, karena beberapa kali pelaksanaan pemilu di Malaysia terindikasi penuh kecurangan. Rezim Neoliberal tidak pernah memberikan perpanjangan masa kampanye, dan media-media di Malaysia juga dikontrol ketat oleh rezim Neoliberal. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi partai berkuasa selama ini yang menguasai media-media di Malaysia. Hingga saat ini, Barisan Nasional selalu saja mempersempit ruang demokrasi bagi rakyat Malaysia.

Tindakan represif yang dipraktikan oleh rezim neoliberal di Malaysia saat ini semakin menunjukan, bahwa dimanapun rezim neoliberal akan selalu saja melakukan penindasan yang sama terhadap rakyatnya. Praktik penindasan yang dilaksanakan oleh rezim neoliberal, bukan hanya terjadi di Malaysia saja. Praktik ini juga dilakukan oleh rezim neoliberal di Indonesia dengan melakukan penyempitan ruang demokrasi bagi rakyat, hingga melakukan tindakan represif kepada rakyatnya.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Mendukung dan bersolidaritas penuh kepada rakyat pekerja di Malaysia yang melakukan aksi unjuk rasa tanggal 9 Juli 2011 untuk menuntut reformasi politik.

Menuntut kepada pemerintah Malaysia untuk segera membebaskan para aktivis yang telah ditangkap.

Bangun persatuan antara gerakan rakyat di Malaysia dan Indonesia, untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap rezim neoliberal yang menguasai wilayah regional Asia Tenggara.

Kapitalisme-neoliberalisme telah gagal memberikan kesejahteraan pada rakyat pekerja, dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat pekerja akan sejahtera.

 

Jakarta, 10 Juli 2011

Komite Pusat – Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: