Tinggalkan komentar

Referendum Rakyat Indonesia untuk Menutup Freeport!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap KP-PRP)

Salam rakyat pekerja,

Photo Pengrusakan Lingkungan Yang di Lakukan Oleh PT. Freeport

Photo Pengrusakan Lingkungan Yang di Lakukan Oleh PT. Freeport

PT Freeport Indoensia, sejak mulai beroperasi pada tahun 1967, sepertinya sudah layak dievaluasi oleh rakyat Indonesia. Apa manfaat PT Freeport Indonesia bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan? Pertanyaan ini muncul karena banyaknya permasalahan yang ditimbulkan oleh PT Freeport Indonesia kepada kehidupan rakyat Indonesia, khususnya rakyat Papua, seperti buruh PT Freeport Indonesia yang hingga saat ini melakukan mogok kerja untuk menuntut kesejahteraan, pengerukan sumber daya alam Papua yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan PT Freeport Indonesia, atau bahkan hingga pembayaran upah aparat keamanan oleh PT Freeport Indonesia demi mengamankan aset PT Freeport Indonesia.

Dalam pembayaran jasa keamanan oleh PT Freeport Indonesia kepada aparat penegak keamanan (polisi dan tentara) semakin mempertegas, bahwa keberpihakan aparat keamanan kepada pemilik modal memang sangat nyata. Sebanyak 635 orang aparat TNI dan Polri ditugaskan untuk melakukan pengamanan obyek vital PT Freeport Indonesia. Berdasarkan surat Kepolisian Negara Republik Indonesia daerah Papua No B/918/IV/2011 tanggal 19 April 2011, aparat keamanan tersebut terdiri dari 50 anggota Polda Papua, 69 Polres Mimika, 35 anggota Brimob Den A Jayapura, 141 anggota Brimob Den B Timika, 180 anggota Brimob Mabes Polri dan 160 anggota TNI. PT Freeport Indonesia membayar jasa keamanan tersebut sebesar Rp 1.250.000,00 per orang yang langsung diberikan oleh manajemen PT Freeport Indonesia kepada aparat. Tidak aneh jika aparat keamanan akan lebih patuh kepada majikannya dibandingkan menjalankan kewajibannya untuk melindungi rakyat Indonesia yang tinggal di Papua. Tindak kekerasan dan perlakuan sewenang-wenang terhadap rakyat oleh aparat keamanan yang diupah oleh PT Freeport Indonesia hingga saat ini masih saja kerap terjadi.

PT Freeport Indonesia lebih memiliih untuk membayar jasa keamanan dari aparat penegak keamanan dibandingkan membayar tuntutan kesejahteraan yang dilayangkan oleh buruh PT Freeport Indonesia. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kontribusi PT Freeport Indonesia kepada Negara Indonesia. Dalam laporan keuangannya di tahun 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pon tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pon atau dengan kurs Rp 9.000,- berarti setara dengan Rp 39,42 triliun. Freeport juga menjual 1,8 juta ons emas dengan harga rata-rata di 2010 sebesar US$ 1.271 per ons atau dengan kurs Rp 9.000,- berarti setara dengan Rp 20,59 triliun. Jadi total penjualannya mencapai Rp 60,01 triliun. Tidak aneh makanya produktivitas dan kontribusi PT Freeport Indonesia jauh di atas rata-rata dibandingkan dengan perusahaan lain yang tergabung dalam grup FCX (Freeport-McMoran Cooper Gold Inc). Grup FCX sendiri terdiri dari 14 perusahaan, sedangkan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi sebanyak 50,75% kepada FCX pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan betapa besarnya keuntungan dan pendapatan yang diraup grup FCX dari PT Freeport Indonesia.

Sementara PT Freeport Indonesia dan beberapa perusahaan pertambangan asing di Indonesia menikmati kenyamanan dalam hal memberikan kontribusi yang sangat sedikit kepada pemerintah Indonesia. PT Freeport Indonesia, dalam kontrak karyanya dengan pemerintah Indonesia, hanya memberikan jumlah royaltinya sebesar 1% saja. Padahal dalam PP No. 45 Tahun 2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang berlaku untuk royalti emas seharusnya sebesar 3,75% dari harga jual kali tonase.

Kerusakan lingkungan juga menjadi dampak eksplorasi yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia. Selama PT Freeport Indonesia beroperasi, Indonesia telah kehilangan 300.000 hektar hutan per tahun. Hal ini belum ditambah dengan pencemaran lingkungan oleh PT Freeport Indonesia akibat pembuangan tailing (limbah tambang) ke lembah Cartenz, lembah Wanagon, dan sungai Ajkwa. Sungai Ajkwa akhirnya mengalami pendangkalan di beberapa titik, yang semula 50 meter, kini tinggal 5 meter saja. Bahkan pada tahun 2001, tailing tersebut telah mencapai laut Arafuru dan gradasi pencemaran laut yang ditunjukkan mencapai 10 km dari garis pantai.

Berbagai kerugian yang disebabkan oleh PT Freeport Indonesia tentunya menjadi tidak sebanding dengan apa yang didapatkan oleh rakyat Indonesia. Namun seperti biasanya, rezim neoliberal akan dengan mati-matian mempertahankan kontrak PT Freeport Indonesia sehingga perusahaan tersebut dapat terus beroperasi di Indonesia. Bahkan disinyalir, PT Freeport Indonesia berencana akan memperluas jangkauan eksplorasinya hingga ke Nabire.

Sudah saatnya rakyat Indonesia menentukan sikapnya dengan menyatakan: “PT Freeport Indonesia tidak berguna bagi kehidupan rakyat Indonesia! PT Freeport Indonesia hanya berguna bagi para pemilik modal dan rezim neoliberal, yang menikmati pemerasan dan kehancuran bumi Indonesia oleh pemilik modal!”

 Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:

Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan referendum untuk menutup PT Freeport Indonesia. Referendum untuk menutup PT Freeport Indonesia sama artinya dengan penentuan nasib rakyat Indonesia untuk dirinya sendiri. Rakyat Indonesia juga harus menentukan nasib perusahaan-perusahaan tambang besar lainnya yang beroperasi di Indonesia, PT INCO, PT Newmont, PT Exxon dan yang lainnya, karena jelas kedaulatan di negeri ini sebenarnya berada di tangan rakyat. Jika perusahaan-perusahaan besar tersebut tidak menguntungkan bagi rakyat Indonesia, maka mereka harus angkat kaki dari Indonesia. Bangun kekuatan politik alternatif dari persatuan gerakan rakyat untuk menggulingkan rezim neoliberal saat ini (yang dipimpin SBY) dan menghancurkan neoliberalisme. Neoliberalisme-kapitalisme telah gagal untuk mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

 Jakarta, 29 Oktober 2011

Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja

(KP-PRP)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: