2 Komentar

Penuhi Semua Hak Buruh PT. Wakatobi Resort


(Pernyataan Sikap FSPBI PT. Wakatobi Resort Sulawesi Tenggara)

Salam rakyat pekerja,

Kami buruh PT.Wakatobi Resort yang tergabung dalam Serikat Perjuangan Buruh Indonesia PT.Wakatobi Resort (SPBI PT.WR) kali ini menggelar Aksi Mogok Kerja karena sejumlah hak-hak kami tidak diberikan oleh management PT.Wakatobi Resort. Hak-hak normative kami yang tidak dipenuhi oleh PT.Wakatobi diantaranya adalah Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), Upah Lembur, Cuty Haid.

Bayangkan Jamsostek (Paket A & B) yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) tidak dapat kami nikmati karena pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) tidak membayar iurannya ke Kantor PT.Jamsostek, padahal pembayaran iuran tersebut adalah kewajiban perusahaan sebagaimana tercantum dalam UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, UU No.3 Tahun 1992 Tentang Jamsostek dan Peraturan Perusahaan PT.Wakatobi Resort.

Akibatnya sejumlah buruh dan keluarganya harus terlantar, serta terpaksa mengeluarkan uang pribadinya untuk membayar biaya pengobatan di Rumah Sakit (RS) karena Kartu Jamsostek mereka ditolak oleh pihak RS sebab pengusaha (management PT.WR) tidak membayar iuran Jamsostek. Pada_hal mestinya kejadian ini tidak terjadi bila pengusaha (management PT.WR) melaksanakan kewajibannya dalam hal membayar iuran Jamsostek, sebab Jaminan Pemiliharaan Kesehatan (JPK) dalam program Jamsostek menanggung semua biaya pengobatan buruh dan keluarganya (istri atau suami buruh, serta 3 orang anak buruh) ditanggung biaya pengobatannya oleh Jamsostek.

Terkait dengan upah lembur kami di PT.Wakatobi Resort (PT.WR) sejak PT.Wakatobi Resort beroperasi di Onemobaa, Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara yang sudah puluhan tahun lamanya (sejak 1996) baru 2 (dua) kali membayar upah lembur kami (bulan July & Agustus 2011) padahal selama ini kami selalu dipekerjakan melebihi batas jam kerja (lembur/overtime).

Cuty haid yang juga merupakan hak buruh perempuan yang harus diberikan oleh pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) selama 2 (dua) hari bagi para buruh perempuan jika haid atau datang bulan, sejak puluhan tahun beroperasi PT.Wakatobi Resort belum pernah memberikan cuty tersebut.

Selain hak-hak normative diatas yang dilanggar oleh pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) juga ada sejumlah permasalahan lainnya yang dilakukan oleh pihak pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) diantaranya adalah pengurangan uang transport buruh, jika uang transport tersebut dikurangi maka secara otomatis upah buruh yang Cuma pas-pasan itu akan berkurang lagi untuk menutupi kekurangan uang transport tersebut.

Belum lagi tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh pengusaha (management PT.WR) yang terkesan anti dengan serikat buruh (SPBI PT.WR) dimana pihak pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) melakukan penurunan jabatan dan pengurangan upah (gaji) pengurus SPBI PT.WR, dan yang paling parahnya lagi adalah pengusaha (managemen PT.Wakatobi Resort) melakukan tindakan pembrangusan serikat atau penghalang-langan berserikat, serta penghalang-halangan Mogok Kerja dengan cara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak Sekretaris SPBI PT.WR saudara Ahmad Ode Tarani, “yang di_PHK sehari setelah memasukkan Surat Penyampaian Mogok Kerja ke perusahaan (PT.Wakatobi Resort). Hal ini merupakan tindakan melawan hukum (pelanggaran pidana) sebagaimana disebutkan dalam UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan UU No.21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Maka dari itu kami dari Serikat Perjuangan Buruh Indonesia PT.Wakatobi Resort (SPBI PT.WR) menuntut:

  1. Menolak dan mengutuk tindakan pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) yang melakukan intimidasi terhadap pengurus dan atau anggota SPBI PT.WR;
  2. Menolak PHK sepihak terhadap Sekretaris SPBI PT.WR saudara Ahmad Ode Tarani, dan mendesak kepada pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) untuk mempekerjakan kembali saudara Ahmad Ode Tarani;
  3. Pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) agar membayar semua tunggakan iuran Jamsostek buruh PT.Wakatobi Resort ke PT.Jamsostek;
  4. Agar pengusaha segera mengganti seluruh biaya pengobatan para buruh dan keluarganya yang dibayar sendiri akibat menunggaknya iuran Jamsostek para buruh;
  5. Agar seluruh upah (gaji) lembur buruh yang belum dibayar untuk segera dilunasi;
  6. Semua hak-hak normative karyawan agar segera dipenuhi dan dijalankan sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang dan peraturan-peraturan ketenaga kerjaan;
  7. Pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) agar membatalkan pengurangan uang transport buruh;
  8. Upah pokok buruh yang telah dikurangi untuk segera dinaikkan kembali;
  9. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka Aksi Mogok Kerja yang kami lakukan akan terus kami langsungkan sampai tuntutan kami dipenuhi;
  10. Kami juga akan melaporkan pengusaha (management PT.Wakatobi Resort) kepada pihak yang berwenang terkait sejumlah pelanggaran hukum yang telah dilakukan (tindak pidana).

Wakatobi, 7 February 2012

DEWAN PENGURUS

SERIKAT PERJUANGAN BURUH INDONESIA

PT.WAKATOBI RESORT

(SPBI PT.WR)

Iklan

2 comments on “Penuhi Semua Hak Buruh PT. Wakatobi Resort

  1. kmi masyrakat tomia sangat mendukung. sdah spantasya masrakat tomia d ksi hak dan fasilitas yg sama jgn cuma orang luar

  2. sdah spantas masyrakat dpat hak yg sama jgn cma orang luar jk perlu tutup saja pt wakatobi dan d olah pemerintah wakatob

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: