Tinggalkan komentar

Tolak kenaikan Harga BBM!, Penuhi Jaminan Perlindungan Sosial untuk Rakyat!


(Tulisan ini merupakan Pernyataan Sikap Konfederasi Serikat Nasional)

Kenaikan BBM tahun ini adalah kenaikan yang ketujuh setelah jatuhnya Soeharto. Pemerintah yang berkuasa selalu mengeluarkan sejumlah alasan yang tekanannya berbeda-beda, dari mulai beban anggaran akibat krisis (1998), penyelundupan BBM (2000 dan 2001), tingginya harga minyak dunia (2003 dan 2005), pemerataan atau realokasi subsidi dari orang kaya ke orang miskin (2008), sampai adanya krisis ekonomi di Eropa dan penerapan sanksi embargo terhadap Iran oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat (2012). Selain itu, alasan semakin membengkaknya anggaran subsidi di APBN juga selalu menjadi alasan pamungkas bagi rezim neoliberal.

Bagi pemerintah, anggaran subsidi BBM di APBN akan terus membengkak hingga Rp 55 triliun jika kenaikan harga BBM tidak dilakukan. Namun, ternyata anggaran untuk belanja pegawai dari tahun 2010-2012 masih lebih besar dari anggaran subsidi BBM. Besaran anggaran belanja birokrasi untuk gaji pegawai dan operasional aparat pemerintah tersebut mencapai 51,4 persen dari total anggaran APBN. Sementara anggaran subsidi di APBN di tahun 2012 hanya 14,72 persen, tahun 2010 sebesar 17,87persen. Dari angka 14,72 persen tersebut, alokasi anggaran untuk subsidi BBM hanya sekitar 8,71 persen. Sedangkan anggaran belanja birokrasi pusat mencapai 30,0 persen dari total 51,4 persen anggaran yang dialokasikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah lebih mementingkan kepentingan para penguasa dengan menambah gaji pegawai dan operasional pemerintah dibandingkan mementingkan kepentingan rakyat dengan menurunkan anggaran subsidi BBM. Padahal sudah jelas, bahwa subsidi BBM bukan hanya dinikmati oleh rakyat, namun juga membantu meminimalisir beratnya himpitan perekonomian yang selama ini dialami oleh mayoritas rakyat Indonesia.

Sudah bisa dipastikan, kenaikan harga BBM akan merugikan masyarakat dan tentu saja berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Harga-harga kebutuhan pokok diperkirakan akan naik sekitar 30 persen jka kenaikan BBM bersubsidi naik sekitar Rp 1.500,. Ketua umum Apindo, Sofyan Wanandi, memperkirakan harga barang-barang bisa naik 3-5 persen. Sementara industri otomotif akan menaikkan tarif hingga 35 persen. Bersamaan dengan itu, rezim neoliberal juga akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen, yang akan diberlakukan beberapa pekan ke depan. Transportasi umum juga pasti akan menaikkan ongkos jasanya dan diperkirakan naik sekitar 30 persen, sehingga pengguna transportasi jasa umum juga akan segera merasakan dampaknya. Lalu, para pengguna transportasi umum akan beralih ke sepeda motor untuk berhemat, sehingga kenaikan harga BBM pun akan membunuh transportasi umum. Selain itu, kenaikan harga BBM akan akan mengakibatkan tingkat inflasi nasional tahun ini menjadi 6,5%. Pengamat ekonomi Aviliani, menyatakan “apabila kenaikan BBM berkisar Rp 1,500 sampai Rp 2000 kemungkinan inflasi akan bertambah sekitar 1 hingga 2 persen sehingga inflasi nasional akan naik menjadi sekitar 6,5, %” ungkap Aviliani seperti dikutip Antaranews.com. Berbagai kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM tersebut, diprediksi oleh Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, akan menaikkan tingkat kemiskinan hingga 12,8%.

Dalam rangka menekan angka kemiskinan akibat naiknya harga BMM, pemerintah mengeluarkan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau yang dulu bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun dalam pengalamannya, bantuan yang diberikan pemerintah, baik dalam bentuk BLT ataupun BLSM tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan justru menambah permasalahan baru. Bantuan-bantuan tersebut malah akan menggenjot konflik yang terjadi di tingkat masyarakat, karena masalah pendataan orang-orang yang berhak untuk menerima bantuan tersebut sangat tidak jelas. Malah, kenaikan harga BBM bisa menambah jumlah jumlah rakyat yang masuk dalam kategori miskin dan yang akan masuk dalam kategori sangat miskin. Dana kompensasi sebesar Rp 150,000 per bulan ini hanyalah alat sementara untuk menekan gejolak sosial akibat naiknya harga BBM dan tidak sebanding dengan kenaikan seluruh seluruh harga barang. Apalagi penyalurannya beberapa waktu lalu juga kerap tidak tepat sasaran

Kaum perempuan merupakan kaum yang paling merasakan dampak kenaikan harga BBM. Kaum perempuan dipastikan jadi korban pertama kebijakan yang akan diberlakukan per 1 April tersebut. Mereka diwajbkan untuk menanggung biaya krisis makro yang multidimensional. Rencana pemerintah untuk memberikan dana kompensasi tunai kepada 17,5 juta rumah tangga miskin sebesar Rp 150,000, – selama satu tahun, bukanlah solusi perlindungan sosial. Sebab, pengertian perlindungan sosial ialah merupakan kewajiban pemerintah untuk mentransformasi kerentanan menjadi kebedayaan baik secara sosial, ekonomi, dan politik.

Maka dari itu, kami dari Konfederasi Serikat Nasional menyatakan sikap:

Menolak kenaikan harga BBM, Menuntut perlindungan sosial sebagai kewajiban pemerintah di masa krisis ekonomi berkelanjutan (bukan karena kenaikan BBM), Menuntut perlindungan politik sebagai kewajiban pemerintah untuk memberikan rasa aman terhadap perempuan dari berbagai bentuk kekerasan, Bangun persatuan kekuatan politik alternatif dari seluruh elemen gerakan rakyat untuk menumbangkan rezim Neoliberal dan menghancurkan sistem Neoliberalisme yang menyengsarakan rakyat.

Jakarta, 14 Maret 2012

DEWAN PIMPINAN PUSAT

KONFEDERASI SERIKAT NASIONAL

 (DPP KSN)

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: