Tinggalkan komentar

Pemerintah (Pusat/Daerah) Harus Bertanggung Jawab Atas Kenaikan Harga Pangan


(Tulisan ini Merupakan Pernyataan Sikap PRP Komkot Makassar)

Salam Rakyat Pekerja

Pemerintah Indonesia tak henti-hentinya membuat kebijakan yang membuat Rakyat Indonesia terpuruk ke jurang kemiskinan. Bulan juli 2013 lalu DPR telah menyepakati kenaikan BBM untuk premium dari Rp. 4.500 menjadi Rp. 6.500, dan solar  Rp. 4.500 menjadi Rp. 5.500, dan selanjutnya membuat Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau yg sering disebut dengan APBN-P 2013. Alasan pemerintah menaikkan BBM karna terjadinya defisit APBN 2013 yang salah satu penyebab defisit tersebut adalah subsidi yang memberatkan APBN dalam kata lain rakyatlah yang salah terhadap naiknya BBM.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk dapat mengatasi defisit anggaran, tidak dengan melakukan pencabutan subsidi yang dampaknya kita rasakan hingga sekarang. Di pasaran kita telah mendapatkan hampir semua harga-harga telah mengalami kenaikan.

Belum lengkap dengan kenaikan harga BBM sekarang ini Indonesia tengah mengalami krisis rupiah yang tentunya akan semakin melambungkan haraga-harga kebutuhan pokok (Pangan). Krisis rupiah ini lebih diakibatkan karena pemerintah mengadopsi sebuah sistem ekonomi yang subsistem dengan sistem ekonomi internasional yang sering disebut sistem ekonomi kapitalisme neoliberal.

kenaikan harga pangan akibat krisis  rupiah ini diakibatkan oleh ketidak mampuan pemerintah indonesia untuk meningkatkan produktifitas pertanian sehingga negeri yang terkenal dengan tanahnya yang subur ini harus mengimpor pangan dari luar negeri yang tentunya harga pangan tersebut tergantung pada mata uang dollar dan kondisi ekonomi internasional.

Tidak hanya itu, pemerintah Indonesia tidak henti-hentinya menunjukkan keberpihakannya pada kelas kaya dan kemudian nengorbankan rakyat pekerja Indonesia, bagaimana tidak, presiden Indonesia saat ini sedang merancang sebuah inpres yang tujuannya akan menekan upah minimum Tahun 2014 serendah-rendahnya, hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah tidak pernah memikirkan nasib rakyat pekerja yang terpuruk akibat kenaikan harga pangan.

Sementara Pemerintah Propinsi Sul-Sel dan Pemerintah Kota Makassar hanya sibuk berkampanye untuk pilwali Makassar dalam mendukung jagoannya masing-masing dan tidak sedikitpun memikirkan nasib rakyat pekerja di Makassar dan Sul-Sel, seharusnya Pemerintah Sul-Sel dan Makassar dapat berperan untuk mencari solusi terkait dengan melambungnya harga-harga pangan di pasar yang sekarang telah dirasakan oleh warga Makassar, tentunya tidak hanya dengan melakukan sidak di pasar-pasar karena tidak akan menghasilkan solusi atas kenaikan harga-harga tersebut.

Pemerintah daerah seharusnya memprioritaskan subsidi harga pangan di APBD, tidak dengan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan para pejabat negara, telah banyak kasus bagaimana pejabat negara hanya mengahabiskan uang rakyat untuk hal-hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu kami dari Partai Rakyat Pekerja (PRP) Komite Kota Makassar menyatakan sikap:

  1. Turunkan Harga dengan Mensubsidi harga kebutuhan pokok dalam APBN/APBD
  1. Wujudkan Reformasi Agrari dan Wujudkan Industrialisasi sektor pertanian yang berpihak pada rakyat pekerja.
  1. Menyerukan kepada seluruh elemen gerakan rakyat pekerja di Makassar untuk menyatukan kekuatannya di seluruh teritorial dan membangun persatuan gerakan rakyat di berbagai teritori tersebut.
  1. Pembangunan partai politik alternatif oleh elemen-elemen gerakan rakyat pekerja menjadi penting, agar dapat menumbangkan rezim neoliberal dan melawan sistem neoliberalisme di Indonesia.
  1. Kapitalisme-neoliberal telah gagal untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat pekerja di Indonesia akan sejahtera.

Makassar, 9 September 2013

Partai Rakyat Pekerja

Komite Kota Makassar

PS: Pemerintah (Pusat/Daerah) Harus Bertanggung Jawab Atas Kenaikan Harga Pangan.pdf

Iklan

Tinggalkan Komentar, Komentar anda akan kami moderasi terlebih dahulu. Harap jangan mengirimkan link yang tidak perlu, khususnya link yang mengandung iklan dan spam

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: